Wat? this is game or real?

Author: Jiyu /


Kilauan perak berulang kali melintas di tengah badai pasir. Teriakan teriakan kencang terdengar di sela sela pergerakan kilauan cahaya. Benturan dan gesekan antar benda logam juga menimbulkan suara serta bunga api yang indah. Bagaikan musik pengiring serta dekorasi dalam konser lagu pilu.
Beberapa menit berlalu, suara itu mulai menghilang. Hingga tidak ada lagi cahaya, tidak ada lagi suara, hanya dengungan suara angin yang berhembus kencang.
Tidak ada seorangpun yang masih berdiri di sana, semua tumbang. Bermacam barang tergeletak di atas pasir. Pisau, Busur, Prisai, semua benda benda yang berasal dari peradaban tua yang sudah seharusnya menjadi barang antik kini terurai tidak beraturan bahkan darah dan daging. Tubuh orang orang yang di duga sebagai tuannya pria, wanita, semua ikut tergeletak layaknya sebuah batu yang tidak bisa bergerak. Tidak bisa di pastikan bahwa mereka masih hidup, atau sudah mati. Karena dunia ini hanyalah sebuah permainan yang masih menjadi misteri.
Muncul sosok seseorang di tengah padang pasir dengan badai. Bayangan itu pergi menjauhi area pembantaian. Seorang pria muda yang berlari sekuat tenaganya dengan armor yang hancur, senjata miliknya pun sudah terlepas dari tangannya dan di tinggalkan.
Srak..! suara gesekan pasir dengan sepatu bootsnya, ia mendadak menghentikan langkah kakinya. Wajahnya berubah pucat, seperti melihat hantu tak berkepala saat seseorang berdiri tepat di depannya. Begitu pula dengan udara di sekelilingnya. Angin berhenti bertiup dan debupun mulai memudar seperti ingin menunjukkan dengan jelas, siapa sebenarnya yang ada di depan pria ini
Orang itu, orang dengan pedang perak yang memantulkan sinar. Sama persis dengan pelaku pembantaian terhadap temannya.
Pria muda itu berbelik arah dan kembali berlari, berusaha menjauh dari orang berpedang perak. Ia sangat percaya pada kemampuan berlarinya, dengan kecepatan berlari yang sudah di luar batas. Ia mengucap sebuah mantra di tengah pelariannya. Sprint, mantra sihir yang dapat meningkatkan kecepatan bergerak berkali kali lipat hingga saat ini ia seperti citah yang sedang mengejar mangsanya, hanya saja saat ini kondisinya terbalik bagi si citah.
Orang dengan pedang perak masih berdiri di tempatnya, ia masih belum bergerak 1 milimeterpun seakan ia sudah tidak memiliki minat lagi kepada pria itu.
Angin kencang kembali berhembus, serta debu yang di bawanya kembali menghalangi pandangan. Sosok pria itu kembali memudar. Bersamaan dengan itu ia mulai bergerak perlahan meninggalkan tempatnya. Dan suasana gurun kembali seperti semula.


Crow, Lie, dan Sloth. Mereka bertiga berhenti bergerak. Perasaan aneh merasuki mereka semua, seperti ada tekanan yang besar datang dari belakang bereka.
“ini… apa mungkin”
Aku memberanikan diri untuk bertanya pada mereka
“ah. Aku tidak tahu, tapi. Sloth!”
Lie berteriak panik. Bahkan sepertinya tekanan dan perasaan aneh ini juga berpengaruh pada randy. Ia berbicara pelan pada kami
“he.he. selamat untuk kalian. Kali ini kita sudah di temukan. Bersiap semua!”

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Pawn from HIVE clan
Diberdayakan oleh Blogger.