Monster Eye ~Ranum~

Author: Jiyu /


Kami bertiga melompat kedepan dengan cepat. Berfikir bahwa itu salah satu cara yang ampuh untuk keluar dari suasana ini.
Aku berbalik arah, untuk melihat sebenarnya ada apa di belakang kami, dan yang aku lihat di sana adalah..
“Sloth, apa benar ini..!”
Crow berteriak tidak percaya. Monster eye yang selama ini mereka cari kini muncul di hadapan mereka. Wujudnya memang seperti yang di ceritakan sebelumnya tapi, ukurannya jauh melebihi perkiraan Crow.
“bukan, ini bukan yang gue hajar tadi”
Lie menyambung dalam pembicaraan.
“ya, emang ini bukan monster yang pernah lu lawan Lie, tapi ini emang bener Monster Eye. Atau yang sebenernya di sebut, Raid Boss Monster eye”
Raid Boss sebutan bagi monster yang menjadi pemimpin dari para kaumnya. yang terkuat, yang tercepat, levelnya jauh berbeda dari monster normal. Hampir mustahil bagi player dengan level setara untuk sanggup melawan monster type Raid Boss sendirian. Mereka di sarankan untuk bertarung dengan membentuk party untuk mempermudah mengahalkannya.
“jangan bercanda. Apa kau sudah lupa, kami hanya pemula yang baru mulau game ini”
“justru itu, Alasan itulah yang nyebabin kenapa gw ngajak kalian ke sini. Jadi… ayo hajar!”
Ngiiiiiiiiiiing….. suara gelombang EMP yang memekakan telinga. Ini adalah tanda bahwa monster sedang memulai perlawanannya.
Crow dan Lie menutup kedua telinga mereka karena tidak tahan dengan suara yang di hasilkan oleh Monster Eye. Sedangkan Sloth masih bisa bertahan dari serangan itu. Ia berlari mengitari monster eye sambil menancapkan benda benda aneh di tanah.
~telanlah monster busuk ini kedalam zona hampa : Void : eshkara tseio minertra kanom qhus~
Sloth mengucapkan mantra sihir gelap, ia menciptakan sebuah dimensi kosong yang berujung pada benda benda yang tadi ia tancapkan di tanah. Dimensi itu berhasil mengurung Monster Eye di dalamnya. Kemampuan monster eye sudah sepenuhnya di lumpuhkan, Setidaknya untuk waktu yang singkat ini.
“Lie, lari ke belakang Eye serang dari sana. Crow mundur, ambil jarak sekitar 9 meter bidik Eye pake bowmu”
Mereka berdua mengikuti perintah Sloth dan segera berlari menuju posisi masing masing. Lie mengeluarkan benda dalam kantung kecil yang terikat di pinggangnya. Sebuah Knuckle Spike, senjata yang biasa di pasang pada tangan seperti sarung tinju.
Benda itu sepertinya terbuat dari besi yang kuat, mengelilingi hampir seluruh tangan Lie. Ada bagian bagian seperti spike atau paku paku tajam, yang sengaja di buat untuk bisa menghasilkan luka yang cukup serius.
Lie terus menerus melayangkan tinjunya yang di selimuti besi ke bagian belakang Monster Eye, Crow mencoba membidik dan menembak sasaran menggunakan Carnage Bow miliknya tapi seringkali bidikannya meleset. Berulang ulang kali ia mencoba tapi tetap saja anak panah tidak melesat sesuai dengan keinginannya.
Sloth mencoba membantu Lie dengan menggunakan Hunting Helper. Ia memanggil Helper, Spirit of Monk dan muncullah se’ekor kura kura yang berdiri dengan dua kaki dengan jubah berwarna hitam dan merah. Kura kura itu memukulkan tongkat miliknya dengan kekuatan penuh tepat di bagian depan mata Monster Eye. Cahaya berwarna hijau menghiasi langit seiring dengan ayunan tongkat kura kura, benturan benturan yang menghasilkan dampak luar biasa besar tidak di sangka hanya berasal dari se’ekor kura kura yang terlihat lemah.
Salah satu Iron Arrow melesat dengan sangat cepat dan berhasil menancap pada bagian dari monster eye . Crow akhirnya bisa menggunakan Bownya dengan benar.
String pada Carnage Bow terlalu kuat. Untuk sekedar menarik anak panah saja sudah sangat sulit, sering kali anak panah terlempar sebelum tertarik dengan maksimal. Crow sangat kesulitan menggunakan senjata seperti ini.
“Crow, bidik dengan teliti jangan buang Staminamu”
Sloth berteriak kencang di sela sela pengucapan spellnya
Crow yang mendengar itu segera melihat bar point miliknya. Dengan jelas terlihat di sana Stamina Point sudah berkurang sekitar 23%. Ia tidak percaya, bagaimana mungkin. Hanya 1 anak panah yang berhasil ia tembakkan tapi sudah membuat staminanya berkurang sebanyak itu. Ia berteriak pada Sloth mengenai Staminanya, tapi sloth hanya bilang untuk tetap menembak dengan hati hati dan pertempuranpun berlanjut.
“gawat, sepertinya voidku tidak bisa bertahan lama”
Sloth bergumam mengenai zona void miliknya yang tampaknya akan segera berakhir akibat monster eye yang meronta ronta berusaha melepaskan diri dari pengaruhnya. Benda benda yang tertancap di tanah itu mulai bergetar, sebagian darinya sudah mulai retak dan hancur. Sampai akhirnya sekitar 6 dari 13 buah kuku Centaur dibuat hancur karena tidak kuat menahan perlawanan dari monster eye.
Ngiiiiiiiiiiing…..
Gelombang suara itu muncul kembali, dan kali ini itu lebih besar dari pada gelombang di awal tadi. Lie dengan reflek segera menutup kedua telinganya, tetapi hal itu tidak berguna. Jaraknya dengan sumber terlalu dekat ia tidak tahan dengan gelombang itu dan membuatnya terkapar sambil berguling di tanah. Crow yang berjarak cukup jauh sepertinya masih aman dan masih bisa mengendalikan dirinya walaupun terlihat seluruh tubuhnya bergetar.
Sloth terus menerus mengucap mantra yang menghasilkan api berwarna ungu gelap yang membakar hampir seluruh tubuh monster eye. Yang kelihatannyapun memberikan efek yang cukup besar pada monster eye, sebelum sesuatu terjadi.
Monster eye tidak bergerak dalam beberapa waktu, seperti ia sedang berkonsentrasi. Di saat ia terdiam itulah dari sekeliling tubuhnya muncul benda seperti kulit atau kelopak yang menutupi seluruh tubuhnya. Sloth menyadari itu, sepertinya sihir yang ia lemparkan mulai tidak berguna, mungkin kelopak yang baru saja muncul itu telah menghilangkan efeknya.
Setelah seluruh tubuhnya tertutup oleh kelopak kecuali bagian pupil, monster eye mulai bergerak dan mengamuk. Target pertamanya adalah Lie yang sedang tergeletak di dekatnya. Ia mulai melayang lebih tinggi lalu bergerak turun dengan cepat, membenturkan seluruh tubuhnya ke tubuh Lie yang berada di atas tanah.
Suara benturan yang keras sepert bom menggema dan memantul di dinding dinding batu sepanjang celah.
Setelah melakukan serangan tadi, monster eye kembali melayang. Sloth terus menerus menyerangnya dengan melemparkan sesuatu yang di selimuti oleh cahaya merah berbentuk kerucut yang memiliki akar di bagian ekor dengan suara seperti percikan listrik bercampur gaung.
Monster eye terus melayang sambil berusaha menghindari serangan serangan itu. Kura kura monk juga ikut membantu dengan melompat lompat mengejar monster eye berusaha memukulkan tongkatnya, tak lupa juga Crow yang sesekali melesatkan anak panah yang kini ia sudah sedikit kuasai.
Sering kali monster eye menabrakkan dirinya pada Sloth dan Crow tapi keduanya berhasil menghindarinya. Keduanya sepertinya sudah memiliki konsentrasinya kembali, karena gelombang EMP dari monster eye sudah berhenti persis pada saat ia memunculkan kelopak matanya. Sebenarnya Sloth terkena hantaman beberapa kali, tapi itu masih belum bisa menghentikannya. Lagi pula ia tidak bisa berhenti karena ia yang paling di harapkan dalam party itu untuk bisa mengalahkan monster eye.
Beberapa spell, tembakan anak panah, pukulan tongkat, dan benturan tubuh berulang ulang di lancarkan. Hingga saat saat terakhir menentukan semuanya.
“Oi bangun, kalo lu masih tiduran di situ, mungkin ini monster bakal niban u beberapa ratus kali lagi dan gue gak peduli”
Sloth berbicara pada seseorang, seseorang yang terbaring di tanah. persis pada bekas benturan dari monster eye yang membentuk lubang cekungan ia tergeletak dengan bekas darah yang keluar dari mulutnya. Sedikit demi sedikit, tubuh itu mulai bergerak hingga akhirnya ia berdiri dengan kedua kakinya.
Sambil mengelap sebagian darah yang masih tertinggal di mulutnya ia berbicara
“sialan lu ran. Emang lu kira ke gencet badan segede gitu gak sakit apa”
Ternyata itu Lie, dan ia masih hidup. Sepertinya serangan tadi juga tidak terlalu menghasilkan efek yang besar.
“gue.. gak.. peduli”
Sloth berkata lagi dengan nada datar
“ahh.. ya ya”
Ucap lie menanggapinya sambil melenturkan badannya, tapi di saat itu serangan hantaman tubuh monster eye persis mengarah kepada Crow dengan cepat. Sepertinya Crow sudah tidak bisa menghindar lagi, staminnya sudah terkuras habis untuk menembakkan arrow dan menghindari makhluk besar ini.
Ia melakukan gerakan bertahan dengan menyilangkan kedua tangan di depan dada berharap dapat menahan serangan yang datang. Tapi saat itu Lie dengan cepat melakukan gerakan khusus, sebuah skill dari para fighter yaitu Shoulder Charge sebuah serangan dengan menggabungkan dash’ berlari cepat menuju satu titik dengan hantaman bahu.
Bugh!, dan tepat sekali serangan itu berhasil mengenai monster eye serta mengagalkan serangannya. Monster eye terpental kesisi lain tergelinding karena kehilangan keseimbangannya. Tidak berhenti di situ Lie segera berlari mendekatinya dan melakukan serangan lain Stuning Punch dengan mengayunkan pukulannya dengan telak ke lokasi fatal lawan. Benturan antara pukulan tangan Lie dengan Monster eye terlihat seperti gelombang yang bergerak di permukaan daging monster eye, membuat monster eye semakin kehilangan kesadarannya. Di saat itulah Sloth telah menyelesaikan Spellnya meremas seketika monster itu terbelalak, bentuknya yang seperti mata yang tiba tiba <<melotot>> seperti mata seseorang yang melihat sesuatu yang mengejutkannya. Seketika setelah itu, mata raksasa yang baru saja mereka lawan sudah tidak bergerak lagi, sepertinya ia sudah mati akibat spell aneh yang di berikan Sloth terakhir kali. Akhirnya mereka semua bisa bernafas dengan lega

Crow beristirahat sejenak ia duduk meluruskan kakinya yang lelah tepat di sebelah buruan mereka yang tengah tergeletak tidak bergerak. 

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Pawn from HIVE clan
Diberdayakan oleh Blogger.