Kami
bertiga melompat kedepan dengan cepat. Berfikir bahwa itu salah satu cara yang
ampuh untuk keluar dari suasana ini.
Aku
berbalik arah, untuk melihat sebenarnya ada apa di belakang kami, dan yang aku
lihat di sana adalah..
“Sloth, apa
benar ini..!”
Crow
berteriak tidak percaya. Monster eye yang selama ini mereka cari kini muncul di
hadapan mereka. Wujudnya memang seperti yang di ceritakan sebelumnya tapi,
ukurannya jauh melebihi perkiraan Crow.
“bukan, ini
bukan yang gue hajar tadi”
Lie
menyambung dalam pembicaraan.
“ya, emang
ini bukan monster yang pernah lu lawan Lie, tapi ini emang bener Monster Eye.
Atau yang sebenernya di sebut, Raid Boss Monster eye”
Raid Boss sebutan
bagi monster yang menjadi pemimpin dari para kaumnya. yang terkuat, yang
tercepat, levelnya jauh berbeda dari monster normal. Hampir mustahil bagi
player dengan level setara untuk sanggup melawan monster type Raid Boss
sendirian. Mereka di sarankan untuk bertarung dengan membentuk party untuk
mempermudah mengahalkannya.
“jangan
bercanda. Apa kau sudah lupa, kami hanya pemula yang baru mulau game ini”
“justru
itu, Alasan itulah yang nyebabin kenapa gw ngajak kalian ke sini. Jadi… ayo
hajar!”
Ngiiiiiiiiiiing…..
suara gelombang EMP yang memekakan telinga. Ini adalah tanda bahwa monster
sedang memulai perlawanannya.
Crow dan
Lie menutup kedua telinga mereka karena tidak tahan dengan suara yang di
hasilkan oleh Monster Eye. Sedangkan Sloth masih bisa bertahan dari serangan
itu. Ia berlari mengitari monster eye sambil menancapkan benda benda aneh di
tanah.
~telanlah monster busuk ini kedalam zona hampa : Void : eshkara
tseio minertra kanom qhus~
Sloth
mengucapkan mantra sihir gelap, ia menciptakan sebuah dimensi kosong yang
berujung pada benda benda yang tadi ia tancapkan di tanah. Dimensi itu berhasil
mengurung Monster Eye di dalamnya. Kemampuan monster eye sudah sepenuhnya di
lumpuhkan, Setidaknya untuk waktu yang singkat ini.
“Lie, lari
ke belakang Eye serang dari sana. Crow mundur, ambil jarak sekitar 9 meter
bidik Eye pake bowmu”
Mereka berdua
mengikuti perintah Sloth dan segera berlari menuju posisi masing masing. Lie
mengeluarkan benda dalam kantung kecil yang terikat di pinggangnya. Sebuah
Knuckle Spike, senjata yang biasa di pasang pada tangan seperti sarung tinju.
Benda itu
sepertinya terbuat dari besi yang kuat, mengelilingi hampir seluruh tangan Lie.
Ada bagian bagian seperti spike atau paku paku tajam, yang sengaja di buat
untuk bisa menghasilkan luka yang cukup serius.
Lie terus
menerus melayangkan tinjunya yang di selimuti besi ke bagian belakang Monster
Eye, Crow mencoba membidik dan menembak sasaran menggunakan Carnage Bow
miliknya tapi seringkali bidikannya meleset. Berulang ulang kali ia mencoba
tapi tetap saja anak panah tidak melesat sesuai dengan keinginannya.
Sloth
mencoba membantu Lie dengan menggunakan Hunting Helper. Ia memanggil Helper,
Spirit of Monk dan muncullah se’ekor kura kura yang berdiri dengan dua kaki
dengan jubah berwarna hitam dan merah. Kura kura itu memukulkan tongkat miliknya
dengan kekuatan penuh tepat di bagian depan mata Monster Eye. Cahaya berwarna
hijau menghiasi langit seiring dengan ayunan tongkat kura kura, benturan
benturan yang menghasilkan dampak luar biasa besar tidak di sangka hanya
berasal dari se’ekor kura kura yang terlihat lemah.
Salah satu
Iron Arrow melesat dengan sangat cepat dan berhasil menancap pada bagian dari
monster eye . Crow akhirnya bisa menggunakan Bownya dengan benar.
String pada
Carnage Bow terlalu kuat. Untuk sekedar menarik anak panah saja sudah sangat sulit,
sering kali anak panah terlempar sebelum tertarik dengan maksimal. Crow sangat
kesulitan menggunakan senjata seperti ini.
“Crow,
bidik dengan teliti jangan buang Staminamu”
Sloth
berteriak kencang di sela sela pengucapan spellnya
Crow yang
mendengar itu segera melihat bar point miliknya. Dengan jelas terlihat di sana
Stamina Point sudah berkurang sekitar 23%. Ia tidak percaya, bagaimana mungkin.
Hanya 1 anak panah yang berhasil ia tembakkan tapi sudah membuat staminanya
berkurang sebanyak itu. Ia berteriak pada Sloth mengenai Staminanya, tapi sloth
hanya bilang untuk tetap menembak dengan hati hati dan pertempuranpun
berlanjut.
“gawat,
sepertinya voidku tidak bisa bertahan lama”
Sloth
bergumam mengenai zona void miliknya yang tampaknya akan segera berakhir akibat
monster eye yang meronta ronta berusaha melepaskan diri dari pengaruhnya. Benda
benda yang tertancap di tanah itu mulai bergetar, sebagian darinya sudah mulai
retak dan hancur. Sampai akhirnya sekitar 6 dari 13 buah kuku Centaur dibuat
hancur karena tidak kuat menahan perlawanan dari monster eye.
Ngiiiiiiiiiiing…..
Gelombang
suara itu muncul kembali, dan kali ini itu lebih besar dari pada gelombang di
awal tadi. Lie dengan reflek segera menutup kedua telinganya, tetapi hal itu
tidak berguna. Jaraknya dengan sumber terlalu dekat ia tidak tahan dengan
gelombang itu dan membuatnya terkapar sambil berguling di tanah. Crow yang
berjarak cukup jauh sepertinya masih aman dan masih bisa mengendalikan dirinya
walaupun terlihat seluruh tubuhnya bergetar.
Sloth terus
menerus mengucap mantra yang menghasilkan api berwarna ungu gelap yang membakar
hampir seluruh tubuh monster eye. Yang kelihatannyapun memberikan efek yang
cukup besar pada monster eye, sebelum sesuatu terjadi.
Monster eye
tidak bergerak dalam beberapa waktu, seperti ia sedang berkonsentrasi. Di saat
ia terdiam itulah dari sekeliling tubuhnya muncul benda seperti kulit atau
kelopak yang menutupi seluruh tubuhnya. Sloth menyadari itu, sepertinya sihir
yang ia lemparkan mulai tidak berguna, mungkin kelopak yang baru saja muncul
itu telah menghilangkan efeknya.
Setelah
seluruh tubuhnya tertutup oleh kelopak kecuali bagian pupil, monster eye mulai
bergerak dan mengamuk. Target pertamanya adalah Lie yang sedang tergeletak di
dekatnya. Ia mulai melayang lebih tinggi lalu bergerak turun dengan cepat,
membenturkan seluruh tubuhnya ke tubuh Lie yang berada di atas tanah.
Suara
benturan yang keras sepert bom menggema dan memantul di dinding dinding batu
sepanjang celah.
Setelah
melakukan serangan tadi, monster eye kembali melayang. Sloth terus menerus
menyerangnya dengan melemparkan sesuatu yang di selimuti oleh cahaya merah
berbentuk kerucut yang memiliki akar di bagian ekor dengan suara seperti
percikan listrik bercampur gaung.
Monster eye
terus melayang sambil berusaha menghindari serangan serangan itu. Kura kura
monk juga ikut membantu dengan melompat lompat mengejar monster eye berusaha
memukulkan tongkatnya, tak lupa juga Crow yang sesekali melesatkan anak panah
yang kini ia sudah sedikit kuasai.
Sering kali
monster eye menabrakkan dirinya pada Sloth dan Crow tapi keduanya berhasil
menghindarinya. Keduanya sepertinya sudah memiliki konsentrasinya kembali,
karena gelombang EMP dari monster eye sudah berhenti persis pada saat ia
memunculkan kelopak matanya. Sebenarnya Sloth terkena hantaman beberapa kali,
tapi itu masih belum bisa menghentikannya. Lagi pula ia tidak bisa berhenti
karena ia yang paling di harapkan dalam party itu untuk bisa mengalahkan
monster eye.
Beberapa
spell, tembakan anak panah, pukulan tongkat, dan benturan tubuh berulang ulang
di lancarkan. Hingga saat saat terakhir menentukan semuanya.
“Oi bangun,
kalo lu masih tiduran di situ, mungkin ini monster bakal niban u beberapa ratus
kali lagi dan gue gak peduli”
Sloth
berbicara pada seseorang, seseorang yang terbaring di tanah. persis pada bekas
benturan dari monster eye yang membentuk lubang cekungan ia tergeletak dengan
bekas darah yang keluar dari mulutnya. Sedikit demi sedikit, tubuh itu mulai
bergerak hingga akhirnya ia berdiri dengan kedua kakinya.
Sambil
mengelap sebagian darah yang masih tertinggal di mulutnya ia berbicara
“sialan lu
ran. Emang lu kira ke gencet badan segede gitu gak sakit apa”
Ternyata
itu Lie, dan ia masih hidup. Sepertinya serangan tadi juga tidak terlalu
menghasilkan efek yang besar.
“gue..
gak.. peduli”
Sloth
berkata lagi dengan nada datar
“ahh.. ya
ya”
Ucap lie
menanggapinya sambil melenturkan badannya, tapi di saat itu serangan hantaman
tubuh monster eye persis mengarah kepada Crow dengan cepat. Sepertinya Crow sudah
tidak bisa menghindar lagi, staminnya sudah terkuras habis untuk menembakkan
arrow dan menghindari makhluk besar ini.
Ia melakukan
gerakan bertahan dengan menyilangkan kedua tangan di depan dada berharap dapat
menahan serangan yang datang. Tapi saat itu Lie dengan cepat melakukan gerakan
khusus, sebuah skill dari para fighter yaitu Shoulder
Charge sebuah serangan dengan menggabungkan dash’ berlari cepat menuju
satu titik dengan hantaman bahu.
Bugh!, dan
tepat sekali serangan itu berhasil mengenai monster eye serta mengagalkan
serangannya. Monster eye terpental kesisi lain tergelinding karena kehilangan
keseimbangannya. Tidak berhenti di situ Lie segera berlari mendekatinya dan
melakukan serangan lain Stuning Punch dengan
mengayunkan pukulannya dengan telak ke lokasi fatal lawan. Benturan antara
pukulan tangan Lie dengan Monster eye terlihat seperti gelombang yang bergerak
di permukaan daging monster eye, membuat monster eye semakin kehilangan
kesadarannya. Di saat itulah Sloth telah menyelesaikan Spellnya meremas seketika monster itu terbelalak, bentuknya
yang seperti mata yang tiba tiba <<melotot>>
seperti mata seseorang yang melihat sesuatu yang mengejutkannya.
Seketika setelah itu, mata raksasa yang baru saja mereka lawan sudah tidak
bergerak lagi, sepertinya ia sudah mati akibat spell aneh yang di berikan Sloth
terakhir kali. Akhirnya mereka semua bisa bernafas dengan lega
Crow beristirahat sejenak ia duduk meluruskan kakinya yang lelah tepat di sebelah buruan mereka yang tengah tergeletak tidak bergerak.
0 komentar:
Posting Komentar