Gremlin
makhluk gelap yang hina dengan kepala botak serta daging busuk yang menempel di
tulang tulang rapuh mereka, bertahan hidup dengan melahap jiwa orang orang
sesat dan mati dan menjadi makhluk tanpa usia. Mereka sudah lama berada di
sana, bahkan lebih lama dari manusia yang di lahirkan hingga cucu dari cucu
mereka mati. Belie Tor, pemimpin dari sekelompok kecil pengelana mengangguk
pada gremlin gremlin itu. Selusin jumlahnya dalam satu barisan hitam. mata
mereka tajam dan waspada memandang dengan tatapan benci.
Bebepara
pengelana lain mulai muncul menembus kabut gelap yang amat tebal. Suhu yang
lembab membuat lumut tumbuh subur menutupi batu batu jalan serta kayu yang
mati. Beberapa kali Tor merapatkan jubahnya untuk menahan dinginnya malam,
sementara yang lain bergetar merinding melihat sekitarnya dengan pandangan
kengerian. Mereka teringat dengan sebuah kisah yang di ceritakan oleh orang tua
pemilik bar di perkampungan yang terakhir mereka singgahi.
Malam di
hutan Irsis tidaklah lebih berbahaya dari siang hari. Hanya para penguasa malam
yang berkeliaran di dalam hutan sementara hewan hewan buas bersembungi di
lubang lubang mereka. Lagi pula penguasa malam akan jauh lebih ramah di waktu
makan mereka. Mereka tidak akan mengganggu makhluk yang hidup kecuali mereka
ingin. Sudah sangat lama mereka menjadi sibuk dengan santapan yang melimpah
dari bangkai bangkai yang tersebar di seluruh hutan. Yang menjadi tanda
sekaligus bukti peperangan besar ratusan tahun yang lalu. Pertanyaannya apakah
para penguasa malam butuh waktu ratusan tahun untuk menghabiskannya atau mereka
sengaja menunggu bangkai itu semakin busuk agar lebih lezat lagi untuk di
santap. Mungkin jika begitu, itu yang menjawab kenapa semua bangkai tetap basah
bukannya hilang dengan tanah atau mengering.
Semakin
kedalam semakin terlihat banyak mayat mayat yang tergeletak. Mereka berpose
layaknya mayat. Sebagian tampak tersiksa menatap langit dengan mata yang sudah
lenyap, sebagian lagi tampak damai merunduk menutupi luka peperangan mereka.
Lagi lagi
gremlin melintas di hadapan mereka
dengan jumlah yang cukup banyak di hutan ini. melayang terbang kesana kemari,
sebagian tak tentu arah. “a.. ayo kita kembali” ujar salah satu pengelana yang
mereka kenal dengan mana Moth yang di buat ketakutan dengan hutan ini.
Sebenarnya ia bukanlah salah satu dari mereka, hanya penumpang yang
memanfaatkan pengelana untuk membawanya ke seberang hutan. Tor tidak
memperdulikannya ia tetap melanjutkan misinya. Baginya adalah hal yang sangat
sia sia jika kelompoknya mau meninggalkan perintah raja dan mengabulkan
permintaan dari seorang penumpang. Karena itu ia tetap melangkah masuk ke dalam
hutan walaupun sebenarnya ia tau bahwa kelompoknya sudah nyaris gila di telan
rasa takut. Jika ia ikut larut dan di telan rasa takut maka tidak ada lagi
orang yang menjadi penunjuk jalan mereka dan mereka akan hilang dalam
kesesatan. Tor kembali mengingat misinya, sudah sangat dekat ia dengan tujuan
akhir mereka dan hal kecil semacam ini tidak akan memadamkan semangat yang
berapi api di dalam dirinya.
Hutan
adalah tempat yang menarik, sesekali ia membawamu ke sebuah tempat yang sangat
indah yang belum kau ketahui, sesekali ia membawamu ke tempat yang penuh dengan
harta karun yang pernah hilang, dan sering kali juga ia membawamu ke tempat
penuh bahaya
“tidak
tidak, ayo kita semua harus segera kembali” kembali Moth meracau kata katanya
membuat api kecil dalam diri para pengelana hampir padam. Hal ini sudah tidak
bisa lagi di biarkan, ia hanya akan menjadi virus yang menyebar dan menyerang
para prajurit. “Kecoak desa tak berguna” Mike memukul wajah lelaki itu dengan
keras hingga tersungkur di tanah basah. Ia berjalan ke arah Tor, mengacungkan
tinju besarnya seolah olah semua ini salah pemimpinnya. “Lihat! Berkat kau yang
mengizinkan keparat ini ikut bersama kelompok kita, para pecundang di kelompok
ini jadi merinding ketakutan. Jika saja kau membiarkanku, jauh di sana tadi aku
sudah meninjunya sampai kepala bodohnya itu terlepas dari lehernya”
Dari raut
wajahnya, Mike pasti benar benar akan melakukannnya. Mike petarung tangguh yang
keji, kami mengambilnya dari kota Rukh tempat para mercenary yang di kenal
dengan tanpa rasa belas kasih berkumpul menunggu pekerjaan. Tor menatap matanya
“Tenang Tuan Mike, jika kau mengamuk dan terus bersikap seperti itu maka kami
akan menyingkirkanmu dari kelompok ini”. Mike selalu bertingkah kasar, sering
kali Tor di buat kerepotan dengan sikap buruknya, Jika saja Mike bukan orang
yang berpengalaman dan tidak memiliki kemampuan seperti yang di harapkan tidak
akan pernah ia di ijinkan untuk masuk dalam kelompok ini. Tor berjalan ke arah
Moth yang terduduk memegangi wajah. Ia menjulurkan tangan membantu moth untuk
bediri “Tuan Moth kami tahu anda ketakutan tapi lebih baik anda menutup mulut
anda, atau anda pergi melanjutkan perjalanan seorang diri” Tor melayangkan
pandangan memperingatkan kepadanya.