Contoh project Irsis

Author: Jiyu /

Gremlin makhluk gelap yang hina dengan kepala botak serta daging busuk yang menempel di tulang tulang rapuh mereka, bertahan hidup dengan melahap jiwa orang orang sesat dan mati dan menjadi makhluk tanpa usia. Mereka sudah lama berada di sana, bahkan lebih lama dari manusia yang di lahirkan hingga cucu dari cucu mereka mati. Belie Tor, pemimpin dari sekelompok kecil pengelana mengangguk pada gremlin gremlin itu. Selusin jumlahnya dalam satu barisan hitam. mata mereka tajam dan waspada memandang dengan tatapan benci.

Bebepara pengelana lain mulai muncul menembus kabut gelap yang amat tebal. Suhu yang lembab membuat lumut tumbuh subur menutupi batu batu jalan serta kayu yang mati. Beberapa kali Tor merapatkan jubahnya untuk menahan dinginnya malam, sementara yang lain bergetar merinding melihat sekitarnya dengan pandangan kengerian. Mereka teringat dengan sebuah kisah yang di ceritakan oleh orang tua pemilik bar di perkampungan yang terakhir mereka singgahi.

Malam di hutan Irsis tidaklah lebih berbahaya dari siang hari. Hanya para penguasa malam yang berkeliaran di dalam hutan sementara hewan hewan buas bersembungi di lubang lubang mereka. Lagi pula penguasa malam akan jauh lebih ramah di waktu makan mereka. Mereka tidak akan mengganggu makhluk yang hidup kecuali mereka ingin. Sudah sangat lama mereka menjadi sibuk dengan santapan yang melimpah dari bangkai bangkai yang tersebar di seluruh hutan. Yang menjadi tanda sekaligus bukti peperangan besar ratusan tahun yang lalu. Pertanyaannya apakah para penguasa malam butuh waktu ratusan tahun untuk menghabiskannya atau mereka sengaja menunggu bangkai itu semakin busuk agar lebih lezat lagi untuk di santap. Mungkin jika begitu, itu yang menjawab kenapa semua bangkai tetap basah bukannya hilang dengan tanah atau mengering.
Semakin kedalam semakin terlihat banyak mayat mayat yang tergeletak. Mereka berpose layaknya mayat. Sebagian tampak tersiksa menatap langit dengan mata yang sudah lenyap, sebagian lagi tampak damai merunduk menutupi luka peperangan mereka.

Lagi lagi gremlin melintas di  hadapan mereka dengan jumlah yang cukup banyak di hutan ini. melayang terbang kesana kemari, sebagian tak tentu arah. “a.. ayo kita kembali” ujar salah satu pengelana yang mereka kenal dengan mana Moth yang di buat ketakutan dengan hutan ini. Sebenarnya ia bukanlah salah satu dari mereka, hanya penumpang yang memanfaatkan pengelana untuk membawanya ke seberang hutan. Tor tidak memperdulikannya ia tetap melanjutkan misinya. Baginya adalah hal yang sangat sia sia jika kelompoknya mau meninggalkan perintah raja dan mengabulkan permintaan dari seorang penumpang. Karena itu ia tetap melangkah masuk ke dalam hutan walaupun sebenarnya ia tau bahwa kelompoknya sudah nyaris gila di telan rasa takut. Jika ia ikut larut dan di telan rasa takut maka tidak ada lagi orang yang menjadi penunjuk jalan mereka dan mereka akan hilang dalam kesesatan. Tor kembali mengingat misinya, sudah sangat dekat ia dengan tujuan akhir mereka dan hal kecil semacam ini tidak akan memadamkan semangat yang berapi api di dalam dirinya.

Hutan adalah tempat yang menarik, sesekali ia membawamu ke sebuah tempat yang sangat indah yang belum kau ketahui, sesekali ia membawamu ke tempat yang penuh dengan harta karun yang pernah hilang, dan sering kali juga ia membawamu ke tempat penuh bahaya

“tidak tidak, ayo kita semua harus segera kembali” kembali Moth meracau kata katanya membuat api kecil dalam diri para pengelana hampir padam. Hal ini sudah tidak bisa lagi di biarkan, ia hanya akan menjadi virus yang menyebar dan menyerang para prajurit. “Kecoak desa tak berguna” Mike memukul wajah lelaki itu dengan keras hingga tersungkur di tanah basah. Ia berjalan ke arah Tor, mengacungkan tinju besarnya seolah olah semua ini salah pemimpinnya. “Lihat! Berkat kau yang mengizinkan keparat ini ikut bersama kelompok kita, para pecundang di kelompok ini jadi merinding ketakutan. Jika saja kau membiarkanku, jauh di sana tadi aku sudah meninjunya sampai kepala bodohnya itu terlepas dari lehernya”

Dari raut wajahnya, Mike pasti benar benar akan melakukannnya. Mike petarung tangguh yang keji, kami mengambilnya dari kota Rukh tempat para mercenary yang di kenal dengan tanpa rasa belas kasih berkumpul menunggu pekerjaan. Tor menatap matanya “Tenang Tuan Mike, jika kau mengamuk dan terus bersikap seperti itu maka kami akan menyingkirkanmu dari kelompok ini”. Mike selalu bertingkah kasar, sering kali Tor di buat kerepotan dengan sikap buruknya, Jika saja Mike bukan orang yang berpengalaman dan tidak memiliki kemampuan seperti yang di harapkan tidak akan pernah ia di ijinkan untuk masuk dalam kelompok ini. Tor berjalan ke arah Moth yang terduduk memegangi wajah. Ia menjulurkan tangan membantu moth untuk bediri “Tuan Moth kami tahu anda ketakutan tapi lebih baik anda menutup mulut anda, atau anda pergi melanjutkan perjalanan seorang diri” Tor melayangkan pandangan memperingatkan kepadanya.

Mengenai Saya

Foto saya
Pawn from HIVE clan
Diberdayakan oleh Blogger.