Hai, saya nyobain naro cerita di blog.
Kenapa?, alasan 1 supaya orang orang bisa menghina tulisan saya. soalnya gak lama kemaren sahabat saya sendiri bilang kalau tulisan ini jelek dan gak pantes di publish. ok, karena saya selalu menerima tantangan maka saya coba post ini tulisan jelek.
kenapa judulnya "Kabut Pertama"?, ya gak tau juga ya. saya orangnya juga gak jelas kayak berkabut gitu, jadi ya jadikan judul saja.
selamat menikmati~
========================================================
Kenapa?, alasan 1 supaya orang orang bisa menghina tulisan saya. soalnya gak lama kemaren sahabat saya sendiri bilang kalau tulisan ini jelek dan gak pantes di publish. ok, karena saya selalu menerima tantangan maka saya coba post ini tulisan jelek.
kenapa judulnya "Kabut Pertama"?, ya gak tau juga ya. saya orangnya juga gak jelas kayak berkabut gitu, jadi ya jadikan judul saja.
selamat menikmati~
========================================================
Tanggal
1 bulan terakhir di tahun 2031.
“Saat
ini cuaca makin tidak bisa di tebak, hujan besar melanda berbagai daerah di indonesia.
Menurut rekan kami saat ini di wilayah bogor telah terjadi badai yang sangat
dahsyat, dan sebuah kawasan di kota itu sedang terjadi tanah longsor.”
“Ya di
sini kami melapokan keada’an dari bogor, memang di daerah ini banyak sekali
bukit bukit terjal yang longsor akibat hujan badai belakangan ini --”
Seperti
itulah kabar berita yang di sampaikan reporter dalam channel berita. Ia tengah
melihatnya, seseorang yang bertugas untuk menjaga kasir dari sebuah toko game
di daerah itu.
‘Teeeet..’
Suara
bel pintu dalam toko berbunyi, seseorang telah masuk melalui pintu itu dan
berjalan ke meja kasir yang tidak jauh darinya.
Seluruh
badannya tertutupi jas hujan berwarna hijau tua, bahkan wajahnyapun tidak
terlihat jelas karena penutup kepala yang di kenakannya, tentu saja hujan lebat
di luar juga membuat jasnya itu basah kuyup, air menetes deras di atas lantai
toko. orang itu berdiri persis di hadapan si penjaga kasir di batasi oleh meja
yang biasa di gunakan untuk menaruh barang belanjaan, ia menoleh ke televisi
yang sedang menyala yang sedang menyarkan siaran berita.
“kasian
juga ya warga bogor”
Ujar
orang yang mengenakan jas hujan tadi sambil menurunkan penutup kepalanya hingga
wajahnya bisa terlihat dengan jelas. ia adalah seorang pemuda yang bertugas
untuk membawakan barang barang dagangan ke toko tersebut.
“ya..,
memang. tapi cuaca di sini pun sepertinya tidak terlalu berbeda dengan di sana”
Penjaga
itu menghisap panjang batang rokok yang menempel di bibirnya, menghembuskan
asapnya keluar dan menoleh ke pemuda tadi. Dan melanjutkan ucapannya.
“jadi
ada perlu apa kau kemari”
“oh iya
bos, kami bawa barang yang kemarin. Dimana kami bisa menaruhnya”
Pemuda
itu berkata dan menatap si penjaga kasir. Setelah itu dia berjalan menjauh dari
tempatnya tadi berdiri menuju pintu depan toko. Penjaga kasir-pun mulai
bergerak dari tempat duduknya. Berdiri dan mengikuti langkah anak muda tadi.
Tepat di
pintu depan mereka berdua berdiri, di sana terdapat truk barang yang mengangkut
semua barang yang akan di antarkan. Selain itu di sisi truk terdapat seseorang
yang juga tengah berdiri di bawah hujan yang lebat.
“berapa
unit yang kalian bawa”
“sesuai
pesanan, kami membawa 5 unit kemari”
“baguslah,
langsung turunkan saja dan masuk-kan ke dalam gudang di belakang sana”
Penjaga
menunjukkan sebuah tempat yang berada di sisi toko, tempat itu adalah sebuah
lorong yang ukurannya juga tidak terlalu besar, sekitar 2 meter kurang.
“aku
akan membuka pintunya dari dalam, kalian bawa saja barangnya”
“oke”
Anak
muda itu menjawab dan segera berlari ke rekannya yang tngah berdiri di samping
truk.
Mereka
berdua berbincang sebentar, lalu rekannya mulai berjalan ke belakang truk dan
membuka pintunya. Pintunya tidak di buka seluruhnya ,hanya setengah ke atas
untuk menghindari air hujan yang menerobos masuk ke dalam. Rekannya yang tadi
masuk ke dalam <<gerbong>> truk dan mendorong sebuah kotak keluar
dari dalam, sedangkan anak muda tadi bersiap menerima kotak tersebut dari luar.
Sebuah
kotak akhirnya terlihat muncul dari dalam <<gerbong>> dan pemuda
tadi menangkapnya dengan kedua tangan, rekannya yang berada di dalam mulai
keluar dan membantu mengangkat sisi kotak yang satunya lagi. Lalu mulai
membawanya menuju lorong yang berada di sisi toko.
Ternyata
kotak itu cukup panjang, terbuat dari campuran logam dan fiber berwarna silver
dengan panjang sekitar 2 meter lebih serta ada tulisan ‘ATHos’ berwarna hijau muda di kedua sisinya.
kedua orang ini sangat berhati hati dalam membawa barang bawaan mereka itu,
melalu lorong sempit tadi.
Si
penjaga juga sudah menunggunya di pintu belakang, dan menunjukkan dimana kotak
ini akan di letakkan.
“ya
terus. Masuk. Ya, cukup di letakkan di pinggir sana”
Penjaga
mulai memberikan komando. Yang di ikuti oleh kedua kurir yang sedang membawa
kotak tadi.
Mereka
berdua sudah menaruh satu kotak pada tempatnya, dan masih ada 4 kotak lagi yang
tersisa dan saat ini masih di dalam truk.
Selesai
mereka menaruh kotak, mereka berdua berjalan keluar dari gudang dan kembali
melewati lorong tadi. Sampai di luar lorong, rekan dari pemuda tadi berhenti
berjalan dan melihat kearah sebrang jalan. Pemuda yang juga rekannya penasaran
dengan apa yang dilihatnya dan bertanya.
“loh kok
berhanti. Ada apa yah”
Pemuda
itu bertanya pada rekannya, yang ternyata sebenarnya dia adalah ayahnya. Mereka
berdua bekerja bersama sebagai kurir pengantar barang untuk sebuah perusaha’an
pengiriman barang.
“hm,
itu”
Ayah
pemuda tadi memberikan jawaban sambil mengacungkan jarinya kearah ia memandang.
Disana
terdapat sebuah mobil yang cukup bagus sedang berhenti, anak muda ini
sebenarnya tidak mengerti dengan apa yang di maksud oleh ayahnya dan akhirnya
memutuskan untuk melanjutkan kembali pekerja’annya.
“ya udah
lah, ayo kita lanjutin lagi”
Anak
muda itu berkata sambil mengajak ayahnya untuk melanjutkan pekerja’an mereka.
Dua
kotak sudah masuk dan di taruh pada tempatnya. Dam mereka kembali ke luar untuk
mengambil kotak yang ke-3. Di saat membawa kotak yang ke-3 pun ayah pemuda tadi
menoleh kearah mobil bagus yang ada di sebrang jalan, di sana seseorang keluar
dari dalam mobilnya dan berjalan seperti melihat keada’an mobilnya. pemuda ini
yang memperhatikan ayahnya yang mengamati itu hanya bisa diam dan mengikutinya,
mengimbangi kotak yang mereka bawa agar tetap melekat di kedua tangan mereka.
Hingga kotak yang ke-5 sudah di masukkan ke dalam gudang.
“oh,
terimakasih ya. berkat kalian semua barangnya sudah sampai dan rapi”
“hehe..
iya pak. Sama sama, ini kan juga udah kerjaan kami”
“iya,
ini terima ya. sebagai ucapan terimakasih”
“terimakasih
banyak pak. Maaf merepotkan”
Pemuda
ini menerima uang tip yang di berikan si penjaga toko, dan berterimakasih
padanya. Ayahnya sudah pergi keluar meninggalkannya sejak tadi. Hanya ia dan
penjaga toko yang tersisa di dalam gudang.
Selesai
mereka mengobrol sebentar, akhirnya pemuda tadi menyusul ayahnya keluar,
setelah sebelumnya ia berterimakasih pada si penjaga toko.
Di luar,
tepatnya setelah keluar dari lorong ia melihat ayahnya sudah menutup rapat
pintu <<gerbong>> truk dan menguncinya. Setelah itu ayahnya berlari
kearah mobil di seberang jalan tadi dan menemui orang yang berdiri di sana.
Pemuda tadi melihatnya dan menunggunya di samping truk.
Hujan
sangat lebat, dan anginnya juga sangat kencang, saking kencangnya mungkin bisa
menerbangkan se’ekor sapi kecil.
Di atas
sebuah ruko terdapat papan reklame terbuat dari <<besi>> dengan ukuran
besar berguncang guncang terkena terpa’an angin kencang.
“kenapa
ini pak”
“oh,
ini. Mobil saya tergelincir, nah sekarang malah nabrak trotoar. Dan entah
kenapa mobilnya gak bisa di hidupkan lagi”
Laki –
laki pemilik mobil itu menjawab sambil menggambarkan kejadian yang tadi
menimpanya. Ayah pemuda tadi berjongkok dan mengamati bekas benturan pada
mobil. ia menyarankan untuk memindahan dahulu mobilnya ke depan toko game, dan
meminta mereka untuk sambil berteduh di dalam.
“lebih
baik kita pindahkan mobilnya kesana dulu pak. Hujannya deras sekali, berbahaya
bila tetap di sini”
“baik”
Laki
laki tadi meng iya kan dan segera membuka pintu untuk memindahkan mobilnya.
Angin
bertuip semakin kencang dan kencang, papan reklame yang berada di atas ruko
yang tidak jauh dari mereka tidak kuat menahan terpa’an. Beberapa mur dan baut
mulai melepaskan cengkramannya dari atap gedung, membuat benda pipih dan lebar
itu terbang dan menghantam bagian atap mobil. Saking kencangnya hantaman tadi,
sisi papan itu berhasil menembus sebagian atap dari mobil.
Laki
laki itu dan pengantar barang sangat terkejut. Untung saja ia belum sempat
memasukkan kepalanya kedalam mobil, jika tidak kepalanya bisa terpenggal oleh
papan reklame.
Pemuda
pengantar barang yang melihat dari kejauhan dengan panik segera berlari untuk
membantu mereka.
“ayah.!!
Ayah..!”
Pemuda
itu berteriak berulang ulang, sambil berlari sekuat tenaga menuju mereka.
“leni,
hoi leni..!”
Laki
laki pemilik mobil-pun ikut berteriak berulang ulang, memanggil sebuah nama,
nama dari istri tercintanya yang masih terjebak di dalam mobil.
Memang,
ternyata di dalam masih tersisa seorang wanita yang diam tidak bergerak.
Pemuda
pengirim barang telah sampai di tempat kejadian, melihat seorang laki laki yang
ada bersama ayahnya berteriak karena panik.
“Jiyu,
bantu ayah menyingkirkan papan ini!”
Pengirim
barang itu berteriak pada anaknya di tengah guyuran hujan yang deras. Rekannya,
sekaligus anaknya itu bergegas berlari memutari mobil dan mengikuti perintah
yang di teriak’kan ayahnya.
Mereka
berdia berusaha mati matian untuk menarik papan reklame keluar dari mobil itu,
agar seseorang dapat masuk ke dalam dan mengeluarkan wanita yang terjebak di
dalam mobil.
Setelah
mereka mengerahkan tenaga sekuat kuatnya juga di bantu dengan lelaki pemilik
mobl papan itu berhasil di angkat dan kembali terlempar terbawa angina kencang.
Ayah
dari pemuda tadi segera masuk ke dalam mobil, berusaha untuk mengeluarkan
wanita yang terjebak di dalam.
“ayo ibu
bangun, kita keluar dari dalam sini”
Dia
berteriak berusaha membangunkan si wanita dan menarik narik tubuhnya untuk
keluar dari dalam sana.
Situasinya
sangat sulit, kaki wanita ini tersangkut pada <apa ya yang di mobil
itu>>. Ayah dari si kurir masuk lebih dalam kedalam mobil dan terus
berusaha melepaskan kaki si wanita yang tersangkut, hingga akhirnya kaki itu
terlepas dan akhirnya wanita itu berhasil keluar.
“bawa
dia ke dalam toko, cepat”
Kurir
itu berteriak menembus derasnya suara hujan. Kedua pria di dekatnya tanpa
membantah langsung membopong wanita tadi, menjaduh dari sana.
Anak
muda itu membopong berjalan menembus hujan di bantu oleh suami dari wanita
tersebut. Sang penjaga toko yang selesai menelepon ambulan berlari berpapasan
dengan mereka, penjaga toko mungkin berfikiran untuk membantu kurir yang masih
ada di dalam mobil untuk bisa keluar.
Hujan
besar membuat jarak pandang menjadi sangat pendek. dan di saat yang bersama’an,
sebuah truk besar yang melaju kencang dari arah barat terkejut dengan adanya
beberapa orang yang sedang berdiri di tengah jalan. Orang itu adalah mereka –
mereka yang sedang menolong pasangan yang terjebak di dalam mobil tadi. Supir
truk terkejut, ia menekan klakson mobilnya ‘BEEEEEEEEEPPPP’ kencang, lalu membanting
kemudi kearah bahu jalan. Bodohnya, arah itu adalah lokasi dimana mobil tadi
terparkir.
Hingga
akhirnya kejadian yang sangat tidak di inginkan itu terjadi, truk menghantam
bagian depan mobil menghasilkan suara benturan yang sangat hebat.
Pemilik
toko berhasil menghindari tubrukan karena melompat ke belakang, tapi kurir yang
masih berada di dalam mobil tidak seberuntung dia. Mobil merah itu terdorong
hingga 6 meter dan berhenti ketika menabrak sebuah toko yang telah di tutup.
Semua
orang yang menyaksikan hal itu terbengong tidak percaya. Kususnya anak dari
kurir yang terjebak di dalam mobil, sepertinya ia sangat terpukul dengan
kejadian itu. Ia tidak bergerak sedikitpun tidak berkedip sedikitpun, walaupun
hujan yang deras terus menerus membenturkan diri di wajahnya. Ia merasa
terpukul dengan apa yang terjadi barusan, dan ia juga tidak percaya. Berharap
semua yang di saksikannya hanyalah sebuah mimpi konyol yang tidak boleh
terjadi.
“AYAH…….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
0 komentar:
Posting Komentar