System membiarkan makhluk itu untuk tetap ada hingga para
pemain dapat mengolah bagian darinya, Tidak ada sistem drop di sini. jika para
player menginginkan benda langka, ia harus mengolah sendiri dari barang
buruannya. memang tidak ada yang mudah walau di dalam game sekalipun.
Sloth masih
saja sibuk menguliti si monster mata, ia menggunakan pisau berburu yang bagus,
sepertinya sengaja di buat untuk hal semacam itu. Sedangkan Lie, ia masih saja
membanggakan diri sambil mengabadikan kenangan itu dengan mengambil screen shot
dengan monster yang ia jadikan pijakan.
“Minggir”
Sloth
mengucap kata, tapi terdengar samar. Lie yang tidak terlalu memperhatikan jadi
tidak mendengar ucapannya. Tidak perduli dengan Lie yang masih
bertingkah konyol Sloth
merogoh kantung dan mengeluarkan satu benda lagi. Katana indah terpancar saat
ia menariknya dari sarung.
Senjata
tajam berkilauan bernama <<Lil Scartch>>. Baja lengkung berwarna
hitam dengan guratan merah lalu penahan dari <<orihalcum>> yang
menyala jika terkena sinar. Para kolektor senjata pasti akan berani memberikan
berapapun jumlah angka yang di minta, untuk dapat sekedar memilikinya.
Sloth
mengangkat <<Lil Scartch>> miliknya itu setinggi langit, tinggal
menunggu ayunan kencang ke bawah. Lie terkejut ketika ia menoleh, sebuah benda
tajam tengah menantinya. Sadar akan ancaman it ia segera melompat turun dari
singgasana kebanggaannya. Dan wush… suara halus bagaikan embusan angin, kilat
hitam tergambar di langit mengikuti ayunan sebuah katana keramat.
Hanya
dengan satu kali ayun monster eye terbelah menjadi dua. Seperti membelah agar
agar dengan sendok.
“hey, lu
gila ya!”
Lie
berteriak kesal. Marah, sudah pasti ia marah. Seberapa banyak orang yang tidak
marah jika seseorang hendak menebasnya dengan sebuah pedang. Sedikit saja ia
terlambat menyingkir maka nasibnya akan sama seperti monster eye. Sloth tidak
terlalu memperdulikan hal itu, bahkan mungkin sedari tadi ia menganggapnya
tidak ada. Hanya Crow yang tertawa geli melihat tingkah mereka.
Kini
Monster Eye terbelah dua dan terlihat jelas bagian dalamnya. Di balik
kelopaknya terdapat beberapa bagian membengkak memar bekas benturan, dan
ternyata kelopak itu tidak benar benar membuatnya kebal. Hanya membuatnya kuat
di luar untuk melindungi bagian lunaknya di dalam.
Ada satu
yang membuat Clow dan Lie bertanya tanya. persis di pusat tengah monster ini
sangat menyedihkan, Hancur karena remasan dari dalam. Oleh apa, apa yang bisa
menghancurkan monster ini dari dalam. Bahkan untuk menembus kulit luarnya itu
saja sudah sangat sulit.
“mau apa
sloth dengan bangkai ini”
Crow bergerak
mendekat dari duduknya, rasa ingin tahu yang kuat membuatnya bangkit dan
melupakan semua lelah. Beberapa kali ia menendang daging lembek yang tergeletak
disana, daging itu bergerak bergelombang seperti jely.
“mulanya
aku ingin mengambil sebagian dari tubuhnya untuk ku jual, tapi sepertinya ini
sudah tidak berharga lagi”
Ujar Sloth
sambil meremas sebagian daging yang sebelumnya terlah ia sobek dari bangkai
itu.
Mantra
kutukan type dark, Death Mark. Belum lama
ini monster eye sedang bertarung dengan seseorang yang cukup kuat hingga ia
berhasil menempatkan mantra seperti ini pada monster Boss. Sudah semestinya
monster boss memiliki daya tahan yang tinggi dengan mantra kutukan tapi orang
ini berhasil menembusnya.
Benar jika
sloth adalah orang yang melakukan serangan terakhir pada monster, membuatnya
kehilangan nyawa dengan mengaktifkan mantra <<release>>, yang
sebenarnya bukan sebuah mantra yang di khususkan untuk menyerang tapi untuk
menghilangkan dan menarik paksa kutukan yang menempel pada target. Kutukan yang
kuat menghasilkan damage yang kuat pula ketika di paksa untuk di lepas.
Sloth sudah
menyadari itu, bahwa monster eye sudah terkena kutukan sejak bertemu mereka.
Monster
eye, makhluk buas kreasi Wood Elf bukan sekedar monster buas tidak berotak.
Seharusnya ia monster yang cerdas, dan cukup cerdas untuk membuat satu atau dua
dari mereka gugur. Tapi yang di lakukanya tadi hanyalah gerakan sia sia yang di
lakukan oleh hewan yang hanya bergerak berdasarkan insting.
Mantra
Death Mark yang menyebabkan itu, kutukan buruk menyebar ke seluruh tubuh dengan
kemungkinan melumpuhkan sedikit demi sedikit organ dalam dan membuatnya
membusuk. Hal ini membuat monster eye mengamuk dengan asal membuang seluruh
energinya sia sia.
“sejak awal
bertemu, monster ini memang sudah mati”
Hening,
tidak ada lagi yang berbicara setelah kalimat terakhir yang di lantunkan Sloth.
Tidak satupun bersuara saat itu termasuk Lie yang sebelumnya berteriak terus
menerus membahas hidupnya yang sebelumnya akan berakhir.
Apa itu
karena memikirkan sebuah kebenaran di balik raid boss?, kebanggaan mereka
mengalahkan boss tidak lain dan bukan hanyalah karena bantuan dari sebuah
kutukan bodoh.
Sepertinya
bukan hal itu yang ada di pikiran mereka sehingga mereka diam tidak bersuara,
ada sebab lain kenapa mereka bertiga seperti itu. Akan aku beritahu tapi jangan
biarkan ini mengganggumu
Mereka
terdiam karena ada sesuatu yang lebih berbahaya sedang mengincar mereka.
“oi Sloth.
Aku merasakan hal yang aneh, ada apa ini”
Lie berubah
menjadi serius, sepertinya ia lupa dengan hal yang menimpanya beberapa saat
lalu yang membuatnya marah pada sloth. Ia mulai melihat lihat sekitar mencari
sesuatu yang mengganggunya.
Sebenarnya
bukan hanya Lie yang merasakan hal itu, Crow dan Sloth juga merasakan hal yang
sama.
“ya ampun,
PK (Player Killer)
Sistem di
dalam game memberikan peringatan pada para player jika terdapat player lain
yang memiliki Killing Aura jika berada di dekatnya. Besarnya Killing aura
tergantung dari PK itu sendiri, semakin banyak ancaman ia lakukan semakin besar
tekanan aura yang di berikan. Dan itulah yang kalian rasakan saat ini.
Sepertinya
kali ini seorang yang Pro, Pro dalam membunuh player lainnya hingga aku juga
bisa merasakannya”
Mereka
semua menjadi waspada beriap siap dengan serangan yang akan datang karena
sepertinya PK itu juga sedang mengawasi mereka entah dari mana.
Sloth
memasukkan tangannya kedalam kantung jubahnya mengabil benda sihirnya, Crow
mengambil satu anak panah dan memasangnya pada busur, Lie mengepalkan kedua
tangannya. Sepertinya semua sidah siap bertempur.
Waktu terus
berjalan, ketiganya belum melakukan gerakan apapun dan musuh juga belum
menunjukkan tanda tandanya. Sementara tekanan aura ini terus menerus datang
tidak mau berhenti malah semakin kuat.
“Sial!, aku
tidak tahan lagi diam terus”
Lie
berteriak meracau dan berlari pergi meninggalkan mereka, memang Lie tau arah
untuk kembali ke kota tapi tetap saja berlari meninggalkan yang lain bukanlah
sebuah pilihan yang bijak. Crow memperingatkan padanya untuk tidak meninggalkan
mereka karena itu tidakan yang berbahaya, tetapi rupanya Lie tidak menghiraukan
hal itu ia tetap pergi meninggalkan yang lain. Ia mengambil jalan menikung
sampai tebing menutupi sosoknya hingga tidak bisa terlihat lagi. Tapi,
“Tsrrkkkkk...!”
Suara gesekan antar logam nyaring datang dari celah tebing
dimana Lie berbelok tadi, dan seseorang menampakkan sosoknya dari sana.