sebenernya ini game di ambil dari game yang pernah saya mainin jadi sebagian nama kota juga ngikut sama yang ada di game itu. maaf
tp bukan ngopy lo, cuma terinspirasi dan saya juga lg gak ada ide buat kasi namanya.
tp bukan ngopy lo, cuma terinspirasi dan saya juga lg gak ada ide buat kasi namanya.
Aku sudah kembali sampai di kota giran, dan kini hari sudah
malam. Aku mencari cari keberada’an Randy dan Hiro di tempat yang sudah kami
janjikan tapi mereka tidak ada di sana.
“Lie..!!, Sloth..!!”
Aku berteriak sepanjang jalan. Orang orang semakin banyak di
sini dan mereka melihat kearahku setiap aku berteriak, tapi aku tidak perduli
yang kupikirkan saat itu hanyalah menemukan mereka.
Tapi sudah lama aku mencari mereka tetap tidak muncul. Entah
aku harus pergi kemana lagi untuk mencari mereka, seluruh kota sudah habis aku
telusuri.
“bugh!”
Kepalaku di hantam keras oleh seseorang dari belakang.
“hoi!”
Aku berteriak kesal dan menoleh ke belakang
“apa, kemana aja loe dari tadi. Sialan gw nyariin keliling
gak nemuin lu juga”
Ternyata di belakangku sudah ada Daniel dan Randy. Dan sepertinya
Daniel terlihat kesal.
“nyari apanya. Bukannya elu dari tadi gue bantuin hunting”
“e, iya ya. hahaha…”
Randy menyangkal semua keluhan Daniel.
“jadi kalian ninggalin gue ni sendirian”
“ya iya lah, siapa suruh lu lama”
“ya maap maap”
Aku meminta maaf pada randy karena aku yang awalnya sudah
menyalahi janji
“tapi ran”
“sloth!, jangan lupa itu”
“oh iya, sloth. Tadi gue pergi ke Desa <<lupa
namanya>>”
“hoo.. berarti elu udah ngambil quest itu ya”
“ha? Quest?”
“iya, lu gak sadar kalau itu quest?. Sebenernya itu quest
special yang punya reward yang bagus”
“masa. Ayo kesana lagi, gue mau ambil quest itu juga”
Seru Daniel yang memotong pembicara’an kami
“ya itu quest yang rewardnya bagus, tapi gue gakyakin elu
bisa nyelesainnya Lie”
“maksud mu ra-‘ sloth, tapi tadi gue ketemu ibu ibu yang lagi-“
“sakit”
Lanjut Randy memotong ucapanku, dan sepertinya ia tau yang
akan aku katakana tadi.
“…”
“itu adalah npc, memang npc di sini kelihatan sangat nyata.
Tapi percaya deh, itu cuma npc dan elu baru aja ngambil quest itu”
“bentar bentar sloth. Apa maksudnya gue gak bisa nyelesein
tadi?”
Daniel kembali memotong pembicara’an kami
“ok, gue bakalan ngejelasin tentang quest tadi dan kenapa
elu (sambil menunjuk wajah Lie) gak bisa nyelesein. Sebenernya teka teki dalem
quest itu gak terlalu susah, tapi tetep aja kalian gak akan bisa nyelesain itu”
“loh kenapa?”
“diem dulu gue belom selesai, quest itu merluin kemampuan
dari orang yang ngejalaninnya. Kenapa gue bilang itu mustahil karena gue dulu
juga pernah ngikutin quest itu, dan nyerah di tengah jalan karena itu sangat
sangat sulit.
ada sebuah misteri danada beberapa halangan di tengah quest,
dan untuk pemain pemula kaya kalian itu mustahil”
Randy berhenti melanjutkan ceritanya dan memberikan lirikan
sinis kearah Daniel
“si Lie ngelawan monstereye aja kewalahan lari lari minta
tolong ke gue, gimana mau nyelesein quest ini?”
“…., tolong Sloth jangan di bahas lagi”
Daniel
menghentikan cerita sloth dengan wajah yang sedikit muram. Dan aku tidak tau
apa yang telah terjadi di antara mereka saat aku tidak bersamanya tadi.
“jadi gimana kalian udah ngerti”
“…”
“bagus, sekarang. Crow!”
“!!, Apa”
Randy tiba tiba berteriak kearah-ku. Aku pun kaget dan tidak
tahu, dan sepertinya ada hal buruk yang akan terjadi, perasa’anku tidak enak.
“mana hasil duit 1 juta gue yang tadi”
“tadi kan itu ada quest yang lu bilang-“
“gak, gue gak urus masalah quest gue tanyanya mana hasil
duit 1 juta yang gue kasih tadi”
Randy terus memojokkanku dengan kata katanya. Dengan berat
aku terpaksa menunjukkan pisau yang ku beli dari cono.
Aku menunjukkan pisau itu padanya. Dia diam menatap benda
jelek yang ku pegang lalu mengambilnya.
“huff… mana bisa lu ngelawan monster pake sampah kaya
begini”
Ia mengeluh dan mengembalikan pisau itu kepadaku.
“jadi harus bagaimana?”
“kayaknya gak apa apa, pisau ini bisa di gunakan untuk
menusuk beberapa monster”
Daniel berkata. ia meraih pisau di tanganku lalu mengayun
ayunkan pisau berlagak melakukan pertarungan dengan monster.
“Coba aja lu, perhati’in pisau itu”
Daniel berhenti dari tingkah konyolnya dan mencoba mengikuti
panduan Randy. Sa’at pandangannya terfokus pada senjata, muncul jenela kecil
yang agak transparan.
“munjul jendela kecil lagi”
“nah, di sana ada kalimat yang tertulis kan. Itu berisi
informasi tentang pisau itu. Di sana pasti tertulis durability, itu adalah daya
tahan dari si benda”
“ya ada, tertulis 12%”
“bagus. Itu dia alasan kenapa aku bilang tidak bisa. Senjata
itu punya daya tahan yang sangat buruk, mungkin dengan beberapa tebasan lagi
senjata itu bisa rusak atau hilang menjadi pecahan crystal. Kau mau kunci
questmu hancur dan questmu ikut gagal”
“gak”
“makanya. Ayo kita pergi ke warehouse buat ambil senjata
yang gue temuin kemaren, kalo gak salah gue masih punya”
=================================================================================
Mereka berdua pergi mengikuti Randy menuju tempat yang di
sebut sebut warehouse. Lagi lagi sebuah tempat yang masih asing untuk mereka.
Sebenarnya tempat seperti apa itu. Dan kenapa di dalam game memiliki tempat
tempat yang tidak di ketahui.
Quest rahasia, tempat aneh, monster yang tidak bisa di
kalahkan sendiri. Benar benar game yang penuh tanda tanya, bahkan guide book
yang biasanya ada pada setiap game tidak di sediakan dalam game ini. Mungkin
sang pembuat sengaja membuat gamenya seperti ini agar pemain dapat mencari tahu
sendiri hal hal di dunia virtual ini.
=================================================================================
“tempat apa ini”
Aku bertanya pada randy. Tempat ini sungguh aneh, orang
orang di dalam berukuran kecil maksudku agak pendek. Dan beberapa dari mereka
bekerja di balik jeruji.
“hm?. Lu pasti penasaran kan banyak orang kerdil di sini.
Mereka itu ras Dwarf, sekutu dari clan E”
“dwarf?”
Lagi lagi prtanya’an muncul. Sebenarnya apa itu mereka.
Mereka player?, NPC?, atau enemy?. Aku biarkan pertanya’an itu untuk terjawab
dengan sendirinya seiring petualangan kami di sini.
“lu sadar gak tempat ini mirip tempat apa di dunia nyata”
Randy lanjut berkata.
“hmm… seperti bank mungkin”
“ya tepat. Jeruji yang melindungi petugas yang di dalam itu,
serta penjaga penjaga di depan sana. Tempat ini benar benar sebuah bank.
Para dwarf sangat mahir dalam membuat benda benda mistic.
Mereka menciptakan loker dimensi, dimana barang yang di simpat di dalamnya
dapat di akses darimanapun”
“kaya kantong ajaibnya norakemon”
“ya.. semacem gitu lah. Pokoknya yang terpenting, lu tunggu
di sini gw mau ambil barang dulu”
Randy memerintahkan kami untuk menunggunya di sini, dan kami
menurut. Tapi akan lebih tepat jika jawabannya adalah aku, karena setelah randy
pergi kedalam ruangan lainnya dengan salah satu dwarf Daniel sudah pergi entah
kemana. Yaya terserah, mungin dia mau berpetuaang sebentar karena bosan di
tempat seperti ini.
Setelah cukup lama menunggu Randy keluar melalui pintu yang
sama dengan 2 buah kangtung yang tergelantung di tangan kanannya.
“hey apa itu ran”
Aku bertanya karena penasaran, ia tidak menjawab tapi
langsung melemparkan kantung itu kearahku tanpa peringatan dengan reaksi kaget
aku bengan cepat menangkap kantung yang ia lempar. Aku kewalahan menangkapnya
dan hampir saja terjatuh.
“awas. kalau sampai jatuh, gue gak bakal kasi pinjem apapun
lagi”
“eh…. He he he”
Aku kaget dengan senyum memaksa. Tidak ku sangka randy bisa
sekejam ini, ya tapi aku cukup berhutang padanya, ia banyak sekali membatu.
“mana si Lie?”
Randi menoleh ke sekitar mencari keberada’an Daniel.
“nggak tau, dia pergi pas lu baru masuk”
“ohh..”
Randy menjawab dengan singkat.
Ia berpaling padaku dan memperhatikanku, terus dan terus.
Aku tidak tau kenapa tapi dia terus menatapku dengan tatapan dinginnya. Aku
Cuma bisa menatapnya balik dan menunggu.
“ngapain lu malah bengong liatin gue. Di buka itu yang ada
di tangan lo”
Hm? Maksudnya ini. Dia menungguku untuk membuka kantung
ini?. Aku kira apa. Dia selalu menjadi orang yang misterius, dan aku sama
sekali tidak mengerti dengannya.
Setelah mendengan ucapannya itu aku mulai membuka tali yang
mengikat kantung ini dan muncul sebuah benda kecil berbentuk busur.
Aku memegangnya dengan 2 jari dan mendekatkannya. Aku
sedikit membungkuk untuk memperhatikan benda kecil yang ada di tangan kananku
“Apa ini?, sebuah gantungan kunci?. Randy pergi ke dalam dan
hanya membawakan beberapa gantungan kunci kepadaku?.”
Aku
berfikir dalam hati.
“itu
Carnage Bow, bow logam dengan string yang sangat kuat dari baja lentur hasil
karya para Dwarf. Mungkin akan terlalu sulit buatmu untuk menariknya, jadi
biasakanlah.”
“hoy, ati ati megangnya. Pegang pake dua tanganmu”
Randy
berteriak padaku.
“kenapa?”
Tanyaku heran. Tidak lama setelah aku kembali menaruh benda
kecil ini di atas telapak tanganku benda ini mulai berubah.
“oi oi, ini beneran kan”
Seruku karena terkejut karena benda yang ada di tanganku
semakin lama semakin membesar. Dalam beberapa detik saja aku sudah tidak kuat
memegangnya hanya dengan sebuah tangan, terpaksa aku menggunakan ke dua
tanganku.
“i-ini”
“kenapa, kaget?.
Ini effect dari dimension pocket bangsa dwarf. Buka kantung yang satu lagi. Itu
berisi armor leather. Pake dan kita langsung hunt”
“o..oke”
Aku masih tergagap karena benda benda yang menakjubkan di
sini. Aku selalu lupa kalau di sini adalah di dalam game dan semua pasti bisa terjadi.
Aku menaruh busur panah dan mulai membuka kantung lainnya,
sementara randy sibuk dengan window transparan miliknya.
“sudah?”
“anu, bagaimana ya memakai baju ini?. Apa tidak ada kamar
pas atau semacamnya?”
“aduh Crow..”
Randy menjawab dengan lemas dan telapak tangannya di taruh
di keningnya. Menggunakan equipment berupa pakaian memang agak lebih merepotkan
di banding dengan senjata atau semacamya. Tapi cukup mudah walaupun untuk
pemula.
Menggunakan pakaian hanya perlu memakainya seperti biasa,
tanpa perlu membuka pakaian sebelumnya maka secara otomatis pakaian yang
tertumpuk akan terlepas dan tergantikan oleh pakaian yang baru saja di pakai.
Setelah aku menggunakan pakaian baru ini Randy lalu
mengajakku pergi ke toko perlengkapan senjata ia membelikan banyak arrow
beserta kantungnya.
Ia mengatakan padaku jika di setiap toko NPC pasti memiliki
arrow, jadi jika aku kehabisan arrow maka aku hanya perlu datang kemari dan membeli
beberapa.
Jenis dari arrow sendiri ada banyak, ada wooden arrow, iron arrow, steel, adamantine, diamond. Masing masing memiliki
kualitas dan harga yang berbeda. Selain itu aku juga bisa membeli dalam bentuk
perbuah seperti ini, atau yang lain seperti arrow pack yaitu kantung yang di
dalamnya memuat banyak arrow, seperti dimension pocket agar tidak memakan
banyak ruang.
Setelah membeli banyak arrow dan perlengkapan lain ia
kembali megajakku ke suatu tempat. Kami pergi ke gatekeeper di kota giran.
“halo, aku Elen sang gatekeeper kota giran, ada yang bisa
aku bantu”
Npc ini lebih terlihat menyenangkan dari pada yang ada di
<cave> waktu itu
“Tolong pindah ke kota gludio”
“baiklah, biaya 6.700 gold. Bersiap untuk di pindahkan”
Elen menyanggupinya dan segera setelah itu randy di
kelilingi cahaya dan menghilang.
“halo, aku Elen sang gatekeeper kota giran, ada yang bisa
aku bantu”
Elen kembali mengucapkan kalimat yang sama, tapi kali ini
dia berbicara kepadaku. Tunggu dulu, bukannya ia mengenakan biaya pada
pengiriman pemindahan tadi?. Bagaimana ini. Aku sudah tidak punya uang sama
sekali.
“halo, aku Elen sang gatekeeper kota giran, ada yang bisa
aku bantu”
“e.. anu kota gludio”
“baiklah, biaya 0 gold. Bersiap untuk di pindahkan”
Di tempat lain. Di dalam ruangan yang gelap yang di sinari
cahaya berkedip tidak beraturan, seseorang terlihat di dalam ruangan ini, ia
tengah terduduk di sebuah sofa panjang sedang menonton berita malam dari sebuah
televise tua sambil sesekali meminum air dari botol kaca yang ada di
genggamannya.
Samar samar gambar yang di tampilkan televise itu, benar
benar benda yang sudah usang. Bahkan warna pun sudah tak tampak, hanya
menampilkan gambar dengan warna abu abu dan putih.
“Paman”
Suara lirih itu datang dari belakang. Orang ini tau bahwa
ada suara seseorang yang memanggilnya, ia kembali meneguk air dari botol yang
di genggamnya sampai habis.
“ada apa”
Orang itu menjawab dengan suara yang terdengar berat, sambil
menaruh botol kosonya di atas meja.
“paman, aku akan menerima tawaran itu”
“hm, apa kamu yakin”
“ya”
Pria ini terdiam sejenak setelah menjawab pertanyaan itu dan
kembali melanjutkan kalimatnya sebelum orang yang ia ajak bicara sempat membuka
mulutnya.
“aku akan mengurusnya sendiri besok, jadi paman tidak peru
repot”
Tidak ada tanggapan yang jelas dari orang itu. Hanya hela’an
nafas saat ia bangkit dari sofa. Sosoknya terlihat jelas kali ini. Pria tinggi
dengan badan besar mengenakan kaus ketat dan celana jeans gelap yang lusuh.
Ia bangkit dan berjalan menuju pria itu.
“bagus”
Orang itu kembali berkata dengan suara khasnya sambil
mengusap kepala si pria muda di depannya. Lalu kembali berjalan meninggalkan
ruangan itu.
“oh ya. kunci saja pintu, aku akan pulang besok”
“oh, aku sudah ada di tempat lain”
#tring triring
Music halus harpa terdengar di sekelilingku, suara itu
berasal dari sebuah amplop yang memiliki sayap yang terbang berputar putar.
Aku menangkap amplop tersebut dan membukanya, tertulis
“teleport ke wasteland. Gue tunggu di sana”
Serta ada tulisan di bagian bawah bertuliskan “Sloth”. Aku
pikir ini dari randy.
Aku mengikuti perintahnya, pergi ke gatekeeper dan
memintanya memindahkanku ke wasteland itu.
Sesampainya di wasteland ada 1 hal yang aku khawatirkan.
Tempat ini… tempat ini sama sekali tidak berpenghuni. Tidak seperti di dalam
kota ataupun desa yang sebeumnya aku kunjungi. Terlalu sepi.
“HOIII…!!!”
Aku berteriak sejadinya, tapi suaraku sepertinya masih kalah
dengan suara hembusan angin yang dengan kencang bertiup di antara bebatuan yang
menjulang tinggi seperti menara.
Tidak ada seorangpun di sini, bahkan npc sekalipun tidak
tampak.
Aku mulai panik, bagaimana jika aku tadi salah pergi ke
suatu tempat, atau gatekeeper tadi yang salah memindahkan ku. Tidak, npc akan
melaksanakan pekerja’annya dengan akurat. Kalau begitu, apa jangan jangan surat
tadi itu palsu.
Di tengah kebingunganku dengan pikiran pikiran negative,
sosok manusia mulai muncul berjalan menembus debu pasir yang terbawa angin.
Sosok itu mulai jelas, yang ternyata itu Randy dan Daniel.
“crow, kemari. Lewat sini”
Aku berlari mendekat menuju mereka sesegera mungkin. Randy
memintaku bergegas, dan kami bertiga berlari bersama menembus badai pasir yang
tebal ini. Sepanjang jalan aku melihat samar samar bayangan orang yang sedang
bertarung atau berkelahi. Randy mulai menjelaskan sesuatu kepadaku sambil
berlari. Sebenarnya tempat ini bukanlah tempat yang cocok untuk para newbie
seperti kami, seharusnya para pemula hanya mengikuti quest awal untuk mengenal
game ini dan melakukan hunting di sekitar <<camp clan>>, melawan
hewan liar yang lemah, untuk sekedar membiasakan pada permainan ini. Tapi karena
kami sudah memiliki guide pribadi yaitu Randy, jadi kami langsung saja menuju
medan yang sebenarnya.
Sudah cukup lama dan jauh kami berlari randy juga sudah
menjelaskan banyak hal kepadaku, yang nanti akan aku jelaskan sedikit demi
sedikit seiring perjalanan kami. Akhirnya kami tiba di sebuah tempat yang
berbeda. Angin di sini tidak sekencang yang di sana. Mungkin karena tebing
besar yang menghalangi ini.
“ayo kita lanjutkan”
Daniel berseru dengan semangat, sepertinya Daniel sudah
mengenal tempat ini.
Aku berlari sambil mengemati sekitar, sepertinya banyak mata
yang mengawasi kami semenjak kami tiba di tempat ini.
“kenapa aneh ya”
Randy bertanya padaku. Dia tau kalau aku merasakan sesuatu
yang aneh pada tempat ini. Tapi seakan tidak ada hal yang buruk dia tidak
terlalu memperdulikannya.
“tempat ini bernama Celah pengawas, dalam heventyr celah
pengawas adalah salah satu
tempat yang memiliki cerita
dalam buku sejarah Heventyr. Ini satu satunya tempat masuk menuju hutan
bamboo tempat salah satu clan yang bersahabat dengan tree elf.
Tempat ini di namai celah pengawas karena ini menjadi tempat
di mana para tree elf dan sekutunya berjaga untuk menyingkirkan para pengganggu
yang akan memasuki wilayah mereka. tapi karena sekarang jumlah para tree elf
sudah sangat sedikit dan berkurang, mereka akhirnya menciptakan makhluk buas
lain yang menggantikan mereka untuk menjaga tempat ini, dan mengingkirkan
penyusup yang ingin memasuki hutan bamboo.
Dan apa kau tau, makhluk itu yang nanti akan kita buru”
Lagi lagi, randy menceritakan ku sebuah kisah yang aku tidak
ketahui. Setelah mendengar itu, aku semakin berhati hati selagi berada di
tempat ini.
“anu ran. Memagnya seperti apa makhluk yang nanti kita buru”
“seperti apa ya.. fisiknya terlihat seperti monster biasa.
monster berbentuk mata, mata merah berlendir yang berukuran besar. Dia
menyerang menggunakan sihir telekinesis, memaksa matamu keluar dari kepala dan
menghancurkannya. Kau akan dibuat buta.”
“… mengerikan”
“mengerikan?. Itu masih belum seberapa.., saat matamu di
tarik keluar olehnya rasa sakit yang tidak tertahankan dari urat mata yang
tercabut paksa dari tempatnya akan selalu menghantuimu.
Dan lagi. Bukan kita yang nanti akan menemukan mereka
terlebih dahulu, tapi mereka yang pertama kali menemukan kita. Jadi, tetap buka
matamu dan perhatikan sekitar”
“…”
“ayo crow cepat, kita tertinggal Lie di depan”
Kami mempercepat langkah kami menuju
lokasi perburuan. Aku tidak tahu kenapa, dan aku yakin Lie juga mendengar
cerita tentang tempat ini tapi kenapa, dia masih terlihat tenang sama seperti
randy.
0 komentar:
Posting Komentar