Deadly Spell

Author: Jiyu /


System membiarkan makhluk itu untuk tetap ada hingga para pemain dapat mengolah bagian darinya, Tidak ada sistem drop di sini. jika para player menginginkan benda langka, ia harus mengolah sendiri dari barang buruannya. memang tidak ada yang mudah walau di dalam game sekalipun.
Sloth masih saja sibuk menguliti si monster mata, ia menggunakan pisau berburu yang bagus, sepertinya sengaja di buat untuk hal semacam itu. Sedangkan Lie, ia masih saja membanggakan diri sambil mengabadikan kenangan itu dengan mengambil screen shot dengan monster yang ia jadikan pijakan.
“Minggir”
Sloth mengucap kata, tapi terdengar samar. Lie yang tidak terlalu memperhatikan jadi tidak mendengar ucapannya. Tidak perduli dengan Lie yang masih bertingkah konyol Sloth merogoh kantung dan mengeluarkan satu benda lagi. Katana indah terpancar saat ia menariknya dari sarung.
Senjata tajam berkilauan bernama <<Lil Scartch>>. Baja lengkung berwarna hitam dengan guratan merah lalu penahan dari <<orihalcum>> yang menyala jika terkena sinar. Para kolektor senjata pasti akan berani memberikan berapapun jumlah angka yang di minta, untuk dapat sekedar memilikinya.
Sloth mengangkat <<Lil Scartch>> miliknya itu setinggi langit, tinggal menunggu ayunan kencang ke bawah. Lie terkejut ketika ia menoleh, sebuah benda tajam tengah menantinya. Sadar akan ancaman it ia segera melompat turun dari singgasana kebanggaannya. Dan wush… suara halus bagaikan embusan angin, kilat hitam tergambar di langit mengikuti ayunan sebuah katana keramat.
Hanya dengan satu kali ayun monster eye terbelah menjadi dua. Seperti membelah agar agar dengan sendok.
“hey, lu gila ya!”
Lie berteriak kesal. Marah, sudah pasti ia marah. Seberapa banyak orang yang tidak marah jika seseorang hendak menebasnya dengan sebuah pedang. Sedikit saja ia terlambat menyingkir maka nasibnya akan sama seperti monster eye. Sloth tidak terlalu memperdulikan hal itu, bahkan mungkin sedari tadi ia menganggapnya tidak ada. Hanya Crow yang tertawa geli melihat tingkah mereka.
Kini Monster Eye terbelah dua dan terlihat jelas bagian dalamnya. Di balik kelopaknya terdapat beberapa bagian membengkak memar bekas benturan, dan ternyata kelopak itu tidak benar benar membuatnya kebal. Hanya membuatnya kuat di luar untuk melindungi bagian lunaknya di dalam.
Ada satu yang membuat Clow dan Lie bertanya tanya. persis di pusat tengah monster ini sangat menyedihkan, Hancur karena remasan dari dalam. Oleh apa, apa yang bisa menghancurkan monster ini dari dalam. Bahkan untuk menembus kulit luarnya itu saja sudah sangat sulit.
“mau apa sloth dengan bangkai ini”
Crow bergerak mendekat dari duduknya, rasa ingin tahu yang kuat membuatnya bangkit dan melupakan semua lelah. Beberapa kali ia menendang daging lembek yang tergeletak disana, daging itu bergerak bergelombang seperti jely.
“mulanya aku ingin mengambil sebagian dari tubuhnya untuk ku jual, tapi sepertinya ini sudah tidak berharga lagi”
Ujar Sloth sambil meremas sebagian daging yang sebelumnya terlah ia sobek dari bangkai itu.
Mantra kutukan type dark, Death Mark. Belum lama ini monster eye sedang bertarung dengan seseorang yang cukup kuat hingga ia berhasil menempatkan mantra seperti ini pada monster Boss. Sudah semestinya monster boss memiliki daya tahan yang tinggi dengan mantra kutukan tapi orang ini berhasil menembusnya.
Benar jika sloth adalah orang yang melakukan serangan terakhir pada monster, membuatnya kehilangan nyawa dengan mengaktifkan mantra <<release>>, yang sebenarnya bukan sebuah mantra yang di khususkan untuk menyerang tapi untuk menghilangkan dan menarik paksa kutukan yang menempel pada target. Kutukan yang kuat menghasilkan damage yang kuat pula ketika di paksa untuk di lepas.
Sloth sudah menyadari itu, bahwa monster eye sudah terkena kutukan sejak bertemu mereka.
Monster eye, makhluk buas kreasi Wood Elf bukan sekedar monster buas tidak berotak. Seharusnya ia monster yang cerdas, dan cukup cerdas untuk membuat satu atau dua dari mereka gugur. Tapi yang di lakukanya tadi hanyalah gerakan sia sia yang di lakukan oleh hewan yang hanya bergerak berdasarkan insting.
Mantra Death Mark yang menyebabkan itu, kutukan buruk menyebar ke seluruh tubuh dengan kemungkinan melumpuhkan sedikit demi sedikit organ dalam dan membuatnya membusuk. Hal ini membuat monster eye mengamuk dengan asal membuang seluruh energinya sia sia.
“sejak awal bertemu, monster ini memang sudah mati”
Hening, tidak ada lagi yang berbicara setelah kalimat terakhir yang di lantunkan Sloth. Tidak satupun bersuara saat itu termasuk Lie yang sebelumnya berteriak terus menerus membahas hidupnya yang sebelumnya akan berakhir.
Apa itu karena memikirkan sebuah kebenaran di balik raid boss?, kebanggaan mereka mengalahkan boss tidak lain dan bukan hanyalah karena bantuan dari sebuah kutukan bodoh.
Sepertinya bukan hal itu yang ada di pikiran mereka sehingga mereka diam tidak bersuara, ada sebab lain kenapa mereka bertiga seperti itu. Akan aku beritahu tapi jangan biarkan ini mengganggumu
Mereka terdiam karena ada sesuatu yang lebih berbahaya sedang mengincar mereka.
“oi Sloth. Aku merasakan hal yang aneh, ada apa ini”
Lie berubah menjadi serius, sepertinya ia lupa dengan hal yang menimpanya beberapa saat lalu yang membuatnya marah pada sloth. Ia mulai melihat lihat sekitar mencari sesuatu yang mengganggunya.
Sebenarnya bukan hanya Lie yang merasakan hal itu, Crow dan Sloth juga merasakan hal yang sama.
“ya ampun, PK (Player Killer)
Sistem di dalam game memberikan peringatan pada para player jika terdapat player lain yang memiliki Killing Aura jika berada di dekatnya. Besarnya Killing aura tergantung dari PK itu sendiri, semakin banyak ancaman ia lakukan semakin besar tekanan aura yang di berikan. Dan itulah yang kalian rasakan saat ini.
Sepertinya kali ini seorang yang Pro, Pro dalam membunuh player lainnya hingga aku juga bisa merasakannya”
Mereka semua menjadi waspada beriap siap dengan serangan yang akan datang karena sepertinya PK itu juga sedang mengawasi mereka entah dari mana.
Sloth memasukkan tangannya kedalam kantung jubahnya mengabil benda sihirnya, Crow mengambil satu anak panah dan memasangnya pada busur, Lie mengepalkan kedua tangannya. Sepertinya semua sidah siap bertempur.
Waktu terus berjalan, ketiganya belum melakukan gerakan apapun dan musuh juga belum menunjukkan tanda tandanya. Sementara tekanan aura ini terus menerus datang tidak mau berhenti malah semakin kuat.
“Sial!, aku tidak tahan lagi diam terus”
Lie berteriak meracau dan berlari pergi meninggalkan mereka, memang Lie tau arah untuk kembali ke kota tapi tetap saja berlari meninggalkan yang lain bukanlah sebuah pilihan yang bijak. Crow memperingatkan padanya untuk tidak meninggalkan mereka karena itu tidakan yang berbahaya, tetapi rupanya Lie tidak menghiraukan hal itu ia tetap pergi meninggalkan yang lain. Ia mengambil jalan menikung sampai tebing menutupi sosoknya hingga tidak bisa terlihat lagi. Tapi,
“Tsrrkkkkk...!”
Suara gesekan antar logam nyaring datang dari celah tebing dimana Lie berbelok tadi, dan seseorang menampakkan sosoknya dari sana.

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Pawn from HIVE clan
Diberdayakan oleh Blogger.