it hurt

Author: Jiyu /

“itu Lie!”
Crow berteriak dan bergegas berlari, tapi Sloth segera menghentikannya karena menurutnya itu berbahaya, mereka hanya diam di sana memperhatikan dari kejauhan.
“sepertinya tidak ada yang mendekat ya, sayang sekali”
Suara orang lain yang tidak mereka kenal muncul, ia yang di kenal sebagai PK yang membunuh banyak sekali player, dan Lie pun semakin jelas terlihat bersamaan dengan Player Killer di belakangnya.
Tepat di punggung Lie menancap sebuah dagger yang menembus hingga dada, darah keluar dari mulutnya semakin banyak ketika ia terbatuk.
“apa apaan ini, kau bilang ini hanya game. Lihat itu lihat!, lihat wajah temanmu yang sekarat itu”
Crow berteriak meracau, kejadian di depannya membuatnya tidak bisa berfikir jernih. Sloth juga tidak mengatakan apapun dan sikapnya yang seperti tanpa emosi itu membuat Crow semakin kesal, seakan ia tidak perduli dengan apa yang ada di hadapannya.
“jadi memang seperti ini sikap aslimu ran. Kami pikir kau adalah teman yang baik bagi kami, bodoh sekali sampai kami menuruti keinginanmu sampai saat ini”
Rasa marah sudah menumpuk di pikiran Crow, sampai ia sudah tidak sanggup menahannya dan kehilangan akalsehatnya. Ia memegang busur dengan kedua tangannya lalu maju untuk menyelamatkan Lie.
“mam”
Lagi lagi Sloth menghalangi tindakannya, ia memegang bahu Crow yang hendak bergerak maju tapi segera di singkirkannya
“Minggir kau pengecut, ternyata kami salah. Kau memang tidak pernah perduli dengan orang selain…”
Belum sempat Crow menyelesaikan ucapannya ia sudah jatuh di tanah yang keras tidak sadarkan diri.
=====


Brak! Suara mejaku yang di pukul dengan keras.
“waduh waduh.. masih pagi udeh bengong aje lu mam”
Dia teman sekelasku yang biasa duduk di sebelahku, namanya Alvian. Sebenarnya aku tidak terlalu suka mengobrol di pagi hari, mungkin karena aku masih mengantuk dan roh ku belum sepenuhnya kembali ke dunia ini. oleh karenanya aku hanya diam saja sementara dia terus berbicara ini itu.
Untung tidak lama setelah itu Renand datang, hingga akhirnya ada seseorang yang bisa di jadikan target ceritanya miliknya. Aku baru sadar ketika melihat ke sekitar dan ternyata sudah mulai ramai di sini.
Daniel juga sudah datang dan sibuk mengganggu Randy. Sepertinya mereka memang akrab jika membicarakan game.
Oh ia, bagimana kelanjutan dari Player Killer itu aku juga tidak begitu mengerti, yang aku tau saat itu aku pingsan dan waktu terbangun aku sedang terbaring di dalam Athos dengan pintu yang terbuka.

=====

“oh udah bangun lu mam, ini tangkep”
Daniel menyapaku yang baru bangkit dari Athos dan melemparkan roti isi dalam kemasan yang segera ku tangkap.
Ia duduk mengangkang bersandar di sofa empuk di sana seakan tidak ada yang melihatnya dan hanya dia lah yang memiliki tempat itu. Yang lebih menggelikan lagi, dia tidak mengenakan baju hanya celana pendek biru muda yang ia kenakan.
“apa apaan pakaianmu itu”
Aku berkata sambil duduk membuka bungkus plastik roti isi.
“oh.. ini? Aku habis mandi. dan Randy sedang keluar mengambil pakaian ganti untuk kita. Kalau kau lapar atau haus, ambil saja makanan dan minuman yang ada di meja sana”
Aku tidak tahu kalau Randy bisa di manfaatkan olehnya seperti itu
“hmm..”
Gumam ku merespon seadanya karena mulut yang penuh makanan. Setelah itu tidak ada satupun dari kami yang berbicara walaupun aku juga sudah menghabiskan roti isiku.
Tidak dalam waktu lama yang lalu, aku lihat lie yang terluka parah tapi tidak bisa berbuat apapun untuk menolongnya, situasi ini menjadi sedikit canggung aku tidak tahu apa yang harus aku bicarakan dengannya.
Randy belum juga kembali selain itu Daniel sibuk mengganti ganti chanel TV mencari siaran yang ingin di lihatnya sampai ia menemukannya lalu menggantinya lagi saat ia bosan melihat acara itu.
“Niel”
Panggilku yang membuatnya menoleh dan berhenti bermain dengan remote TV
“apa”
“apa yang terjadi setelah aku tidak sadarkan diri”
“oh itu…, sebenarnya tidak ada apa apa. Hannya saja”
“hanya saja?”
“bagaimana ya, sebaiknya kau meminta maaf pada Randy. Tidak seharusnya kau berteriak seperti itu kepadanya. Kau tau, ia bukan seperti orang yang kau bicarakan”
Daniel berkata begitu padaku, aku pikir mungkin ada benarnya juga. Aku sudah di undang ke tempat ini, dan tidak seharusnya aku berkata seperti itu kepadanya. Apa lagi sampai berteriak seperti itu, sepertinya akulah orang yang jahat di sini.
“kau tau, orang yang tertidur akan otomatis terputus seluruh hubungannya dengan game dan tidak akan merasakan hal apapun yang berhubungan dengan game, lalu setelah beberapa saat dia akan di keluarkan sepenuhnya dari dalam game dan karakter-pun menghilang. Kau beruntung karena tidak ikut bertarung melawan orang itu, makanya berterimakasihlah paba-“
Kalimat Daniel terputus karena tumpukan pakaian yang menimpa wajahnnya
“OI, lu mau bunuh gue ya!”
“itu lebih bagus kan, jadi orang tua lu gak repot repot miara anaknya yang kayak gini”
Aku menoleh ke asal suara itu, orang yang sama yang melempar pakaian itu ke wajah Daniel. Randy yang berdiri di sana, ia sudah kembali membawakan pakaian ganti.
“hei kau yang di sana”
Randy merkata sambil mengacungkan jari kearahku
“a.. apa”
Aku bicara tergagap
“kalau kau masih mau di sini cepat bersihkan badanmu”

Aku mengerti ucapannya kali ini, aku segera bangun dan bergegas ke kamar mandi. Tapi selagi di dalam aku terus memikirkannya, sebenarnya apa yang terjadi waktu itu ya.
...




“Niel elu gak bilang apa apa kan ke dia”
Tiba tiba Randy mengatakan itu pada Daniel yang sedang asik memakan sekotak ice cream yang di bawa Randy tadi. Ia tersedak karena sepertinya yang di tanyakan tepat mengenai sasaran.
“uhuk uhuk.. eh apa. Aha aha ha.. jelas enggak lah..”
Melihat reaksi Daniel yang mencurigakan tentu saja orang curiga, dan sudah jelas randy tidak mempercayai ucapan bohongnya itu. Ia hanya memberikan tatapan sinis padanya
“huff.. terserah nantinya jadi seperti apa, tapi jelas aku tidak mau seorang pun tau tentang itu”
...

*****



“hei kau yang di sana, kejam sekali kau sampai memantrai sahabatmu sendiri seperti itu. kenapa?, ingin berlari dan meninggalkan teman temanmu ini sebagai penggantimu ya. Hahaha…
apa kau juga memang sepengecut yang di katakan temanmu tadi, hm”
orang itu tertawa sambil mencemo’oh Sloth tentang apa yang di perbuatnya.
Tidak ada tanggapan yang pasti si tunjukkan oleh sloth, ia masih tetap tenang tidak perduli apa yang di katakan pembunuh itu. Tak perduli ia mau merendahkan atau menghinanya, ia tetap tenang sambil menyeret tubuh Crow yang tidak sadarkan diri. Hanya beberapa kalimat yang akhirnya keluar di antara bibirnya
 “setidaknya aku yang seperti ini masih lebih tinggi di banding magician rendahan yang bersembunyi untuk menyerang para pemula”
Pembunuh itu terlihat kesal mendengar ucapan Sloth. Sepertinya ia juga menyadari bahwa dirinya sudah di ketahui olehnya.
“hmm.. sepertinya kau cukup hebat sampai berani menantangku”
“yah.. aku tidak pernah takut menghadapi penyihir pengecut yang menggunakan Fear”
Fear adalah salah satu mantra dasar milik magician untuk mengacaukan pikiran lawannya, mengisinya dengan ketakutan dan rasa putus asa.
Sloth berkata sambil memasang magical glove miliknya seperti biasa, tenang dan sopan tidak lupa tatapan dingin dengan senyum merendahkan khasnya.
Mendengar kalimat itu ia semakin kesal tanpa peringatan ia menarik daggernya daripunggung Lie lalu menerjang cepat ke arah Sloth
Buagh.!! Seseorang terpental setelah bunyi kencang barusan.
“ups, sepertinya ada yang sudah tidak berdaya”
Ujar Lie yang masih berdiri sedang membenarkan posisi knuckle di tangannya. Tidak jauh darinya ada si pembunuh yang baru saja terkena pukulan telak sedang berusaha bangkit. Ia mengumpat kepada mereka semua.
“sial”
Seru pembunuh itu yang sudah melakukan kesalahan. Lie sudah bebrapa jam bersama Sloth tentunya ia sudah jauh lebih mengerti tentang pertarungan dalam game ini, di tambah lagi ia sudah membuka secret skill dan sudah mencapai class pertama “ASHURA”. Menyerang, bertahan, menghindar, skill, bar point, seluruhnya sudah ia kuasai dengan benar, tidak semudah itu mengalahkannya kali ini. Terlebih lagi.. gelar Ashura yang kini ia genggam.
Walaupun setelah menerima pukulan yang cukup keras itu, si pembunuh masih sanggup berdiri. Ia bngun kembali dan bertingkah seperti tidak ada yang terjadi. Membersihkan pakaiannya yang tertumpuk debu.
“newbie yang menjadi pro dalam waktu singkat ya. sepertinya kau menemukan guru yang bagus”
Pembunuh itu berkata dengan santai menunjukkan keadaannya yang masih sehat walaupun sedikit memar di pipi kanannya.
“jelas.. Ashura yang kami temui saat hunting bukan sekedar guru, ia adalah master ch..”
“master chi dari benua timur. Petarung tangan kosong yang mengungkap kekuatan baru berasal dari energi kehidupan, sumber lain selain mana dan stamina fisik bla bla bla..”
Ujarnya memotong kalimat Lie. Sepertinya ia tahu banyak tentang Ashura, Orang yang mengajari atau lebih pas di sebut guru Lie.
“aku lupa namanya… hmm…”
Ia mengacung acungkan jari dan menutup kedua matanya, berusaha mengingat ingat nama orang yang di maksud
“ah… xing!. Aku ingat namanya, yah.. untung saja dia seorang NPC yang di lindungi, jadi aku tidak bisa membunuhnya”
“haha.. seperti hewan saja kan dirinya. Dan aku tidak menyangka dia yang lemah dan tidak berguna itu, masih sempat untuk mengangkat seorang murid dan semakin membuktikan bahwa ia orang yang gagal”
“jadi kau yang membuatnya terluka?”
“terluka?, bukan bukan. bukan seperti itu, aku malah yang membuatnya hampir mati. Sampah sepertinya tidak bisa menandingi aku, Balphegor yang pro ini”
Mencemooh dan merendahkan, hanya itu yang berulang ulang di ucapkan oleh orang yang menyebut namanya balphegor. Sudah pasti orang yang mendengar ucapan itu akan kesal, terlebih lagi Lie.
Selain ia menyerang para player, ia juga menyerang para NPC. Memang hal itu memungkinkan, pemain yang menyerang npc pasti memiliki alasan alasan sendiri dan kali ini alasan balphegor menyerang npc untuk mengurangi kemampuan npc agar murid yang ia bimbing tidak mendapat pelatihan maksimal.
“aku tidak tahu apakah benar Guru yang seorang NPC bisa di buat terluka. Tapi mungkin aku bisa menghajar mulut orang yang hanya berbicara besar”
“coba saja, pendek”
Balphegor berkata menantang. seperti bendungan yang sudah tidak bisa menahan debit air yang terlalu besar, mendengar sambutan seperti itu Lie langsung berlari menerjang dengan tangan terkepal dibungkus knuckle besi
Dan Bum! Jadilah kokokran
Pukulan pertama tepat mengenai perut Balphegor yang membuatnya terlontar terbawa pukulan yang terlalu keras. Hingga menubruk tembok batu dan membuatnya berlubang. Debu beterbangan di lokasi tubrukannya tapi tidak berhenti di situ, lie ikut masuk ke dalam kebulan debu itu.
Suara pukulan pukulan keras terdengar nyaring berasal dari dalam sana tidak tahu pasti siapa yang membuat suara suara nyaring itu atau apa yang sedang di lakukan Lie di dalamnya
Setelah puluhan suara dentuman yang menggema tubuh sang balphegor kembali terlontar keluar dari dalam sana, ia terseret tekanan hingga tanah yang di laluinya membekas jelas membentuk cekungan sepanjang jalur lontarannya

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Pawn from HIVE clan
Diberdayakan oleh Blogger.